• Headline

    Tunggakan Raskin Garut Rp1,7 Miliar

    Oleh : Nul Zainul Mukhtar30 November 2016 20:08
    •  Share
    •  Tweet
    Tunggakan pembayaran penyaluran beras program beras untuk rumah tangga miskin (raskin) di Kabupaten Garut masih cukup besar.

    Bagian Perekonomian Setda Garut mencatat, tunggakan pembayaran raskin di Garut per 25 Nopember 2016 mencapai sebesar Rp1.755.600.000. Hal itu diperoleh dari realisasi penyaluran raskin mencapai sebanyak 29.782.350 kilogram (99,05%) dari pagu sebanyak 30.069.435 kilogram untuk penerima manfaat sebanyak 182.239 rumah tangga sasaran (RTS) tersebar di 420 desa di 42 kecamatan se-Kabupaten Garut.

    Kecamatan Banjarwangi tercatat merupakan kecamatan dengan tunggakan pembayaran raskin terbesar, mencapai Rp143.544.000. Disusul Kecamatan Cisurupan mencapai Rp131.544.000. Sedangkan kecamatan dengan tunggakan pembayaran raskin terendah yakni Kecamatan Karangtengah sebesar Rp8.064.000 dan Kecamatan Caringin mencapai Rp9.120.000.

    Dari sebanyak 42 kecamatan yang ada di Garut itu, hanya sebanyak tujuh kecamatan sudah melunasi tunggakan pembayaran raskin seratus persen. Yakni Kecamatan Pamulihan, Pameungpeuk, Garut Kota, Kadungora, Leles, dan Kecamatan Cikajang. Sedangkan 35 Kecamatan lainnya masih menunggak dengan pelunasan pembayaran berkisar 94-99,56 persen dari total penyaluran raskin sesuai RTS.

    Masih tingginya tunggakan pembayaran raskin tersebut membuat Sekretaris Daerah Garut Iman Alirahman menggelar Rapat Koordinasi Raskin 2016. Dia meminta para camat di masing-masing wilayahnya segera melunasi tunggakan pembayaran raskinnya.

    “Saya minta para camat segera melunasi tunggakan raskin dalam waktu satu pekan ini, sebelum tutup akhir tahun,” katanya, kemarin.
    Dia mengingatkan, penanggulangan masalah kemiskinan merupakan skala prioritas Pemerintah Pusat sampai Pemerintah Daerah. Salah satunya dalam bentuk program raskin. Sehingga masalah penyaluran raskin mesti mendapatkan perhatian.

    Iman juga menyebutkan, perbaikan sistem transformasi subsidi bantuan raskin sendiri dalam waktu dekat ini akan berubah dengan mekanisme non tunai, atau E-Voucher.

    Dengan sistem E-Voucher, bantuan bisa ditukarkan RTS penerima manfaat untuk kebutuhan membeli beras, atau telur, sesuai harga pasar di tempat yang telah ditentukan sebagai mitra kerja pemerintah. Semisal agen, warung, toko, outlet, atau pedagang lainnya.

    Realisasi bantuan raskin dengan sistem E-Voucher pada 2017 untuk sementara diujicobakan di sejumlah provinsi. Antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Provinsi Sulawesi Selatan.

    Menurut Iman, penerapan penyaluran bantuan raskin yang berubah mekanismenya melalui E-Voucher itu sendiri masih akan menemui sejumlah kendala, termasuk di Kabupaten Garut. Yakni menyangkut validasi data akurat para rts penerima E-Voucher itu sendiri.

    Karenanya, Iman mengingatkan Tim Koordinasi Raskin Kabupaten Garut agar melakukan pendataan akurat, dan sama menyangkut jumlah rts penerima manfaat program raskin maupun program lainnya.

    “Data penerima raskin, data penerima program PKH (Program Keluarga Harapan), serta program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) harus sama. Jangan sampai seperti selama ini terjadi. Data penerima malah berbeda- beda,” katanya.
    Menurut Bulog Sub Divre Wilayah V Ciamis Sulais, tunggakan pembayaran penyaluran raskin di Garut berdasarkan Daftar Tungakan Raskin Dasar BAST alokasi Januari sampai 25 Nopember 2016 masih cukup besar di bandingkan kabupaten lainnya di Jawa Barat.

    Dia menyebutkan, dari sebanyak 420 desa tersebar di 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut, sisa tunggakan raskinnya mencapai Rp1,755 miliar dari pagu yang telah disalurkan. Sedangkan yang baru disetorkan baru sebesar Rp1.505 640.000,-

    “Kami meminta kerjasamanya agar sisa tunggakan raskin di Kabupaten Garut bisa dilunasi menjelang akhir tahun ini. Sebab hal ini akan menjadi hambatan dalam penyaluran di tahun 2017 mendatang, dengan perubahan mekanisme penyaluran bantuan raskin melalui sistem E-Voucer,” ujarnya. (dad)