• Pelajar di Purwakarta Serentak Tanam Cabai

    Oleh : Asep Mulyana09 Januari 2017 18:38
    •  Share
    INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta, kembali mengeluarkan kebijakan di bidang pendidikan. Kali ini, seluruh pelajar tingkat SD dan SMP diminta untuk membawa dan menanam bibit pohon cabai. Bibit pohon ini, nantinya harus ditanam di lingkungan sekolah dan lingkungan mereka.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Rasmita Nunung Sanusi mengatakan, kebijakan tanam cabai bagi pelajar SD dan SMP ini merupakan aplikasi dari pembelajaran vokasional. Hal mana, setiap Selasa pekan pertama dan terakhir di setiap bulannya, para siswa ini harus ikut atau terlibat langsung pada pekerjaan kedua orang tuanya.

    “Tapi, khusus untuk besok pelajaran vokasionalnya, yakni mereka harus bawa bibit cabai untuk ditanam di sekolah dan di rumah,” ujar Rasmita, Senin (9/1/2017).

    Rasmita menjelaskan, bibit cabai yang dibawa para pelajar ini ada ketentuannya. Misalnya, kata dia, untuk siswa kelas 1 SD sekolahnya harus menanam satu pohon dan di rumahnya satu pohon. Jadi, jumlah bibit cabai yang dibawa disesuaikan dengan tingkatan kelasnya.

    “Penanamannya dilakukan secara serentak di masing-masing sekolah. Lalu, dilanjutkan di masing-masing rumah siswa. Apabila sekolah tak memiliki lahan basah, maka bibit ini boleh ditanam di sebuah pot. Nantinya, kegiatan ini akan dipantau oleh guru masing-masing,” jelas dia.

    Dia mengaku, kebijakan ini sengaja digulirkan. Salah satunya, sebagai bagian dari pembelajaran jangka panjang bagi siswa. Supaya, para siswa ini tak terlalu ketergantungan barang dari pasar. Mengingat, saat ini harga cabai di pasaran sudah sangat tidak wajar.

    Sementara itu, adanya kebijakan tersebut sedikit membuat orang tua siswa kelimpungan. Terutama, bagi mereka yang berada di wilayah perkotaan. Pasalnya, mereka sedikit kesulitan mencari bibit tanaman cabai untuk keperluan anaknya itu.

    Susana, warga Kelurahan Nagri Kaler mengatakan, Selasa (10/1) besok salah satu anaknya disuruh membawa bibit pohon cabai rawit ke sekolah. Karena anaknya kelas tujuh, maka kebutuhan pohon cabai tersebut sebanyak tujuh tangkai.

    “Jangankan tujuh, satu saja gak ada. Nyari bibitnya sangat sulit. Padahal, buat keperluan besok. Saya sudah mencari ke pedagang-pedagang tanaman. Ternyata, pada habis diburu orang tua murid. Beruntung, ada tetangga yang punya bibit cabai,” ujarnya singkat. [ito]