• Penertiban KJA Waduk Jatiluhur Libatkan TNI

    Oleh : Asep Mulyana10 Januari 2017 17:50
    •  Share
    •  Tweet
    INILAH, Purwakarta - Perum jasa tirta (PJT) II Jatiluhur memastikan, tahun ini perairan Waduk Ir Djuanda akan kosong dari keberadaan 23 ribu keramba jaring apung (KJA). Saat ini, perusahaan BUMN ini gencar melakukan penertiban besar-besaran terhadap lokasi budidaya ikan ini.

    Dalam penertiban skala besar ini, perusahaan pengelola waduk buatan ini turut dibantu petugas gabungan dari personil TNI/Polri dan Satpol PP setempat. Tak hanya itu, dalam waktu dekat pasukan dari TNI AL pun kabarnya akan dilibatkan dalam penertiban KJA ini.

    “Ini komitmen kami dengan pemerintah daerah, sebagai upaya mengembalikan fungsi waduk Waduk Jatiluhur. Target kami, kwalitas air di Waduk Jatiluhur harus kembali seperti semula,” ujar Dirut PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro, Selasa (10/1/2017).

    Djoko menilai, penertiban jaring apung tersebut sifat mendesak. Mengingat, pencemaran air yang dihasilkan dari usaha budidaya ikan ini sudah sangat memprihatinkan. Jadi, bisa di bilang saat ini kelestarian Waduk Jatiluhur sudah terancam.

    “Untuk sementara, Waduk Jatiluhur harus dikosongkan dari keramba ikan. Kami menargetkan, kurun waktu lima tahun kedepan KJA yang saat ini berada di waduk Jatiluhur seluruhnya akan diangkat ke darat,” jelas dia.

    Seperti halnya keinginan pemerintah daerah, kata dia, dalam hal ini jajarannya siap mengupayakan untuk menertibkan seluruh keramba jaring apung yang ada. Apalagi, sejak awal November 2016 lalu, pihaknya telah menggiatkan penertiban KJA ini secara besar-besaran. Perusahaan BUMN inipun memastikan jika kedepan perairan Jatiluhur akan zero dari kegiatan budidaya ikan.

    Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengaku, jajarannya siap mendukung penuh upaya penertiban KJA yang dilakukan PJT II ini. Dalam hal ini, dia berharap, seluruh KJA yang masih ada untuk secepatnya ditertibkan. Jadi, kedepan Waduk Jatiluhur harus zero dari kegiatan budidaya ikan. Jangan sampai, ada satu pun KJA yang tersisa di perairan ini.

    “Kami siap membatu sepenuhnya,” ujar Dedi.

    Dedi pun mengaku telah berkordinasi dengan Panglima TNI. Dalam hal ini, pihaknya meminta bantuan kepada institusi tersebut untuk menurunkan 10 perahu milik TNI beserta pasukannya untuk membantu pembersihan KJA ini.

    “Kami telah meminta bantuan jajaran TNI. Dengan begitu, dipastikan penertiban ini tak perlu waktu lama. Saya targetkan setahun ini Jatiluhur bisa bersih dari keberadaan KJA,” tambah dia.

    Dia menambahkan, jika KJA dibiarkan tetap berada di perairan Jatiluhur, maka sampai kapan pun di waduk tersebut akan timbul permasalahan yang tak akan terselesaikan. Makanya, pemkab mengajak pengelola waduk Jatiluhur berkomitmen untuk melakukan KJA ini hingga tak ada satupun yang tersisa. [jek]