• Headline

    Duh, Hutan Kritis di Indonesia Capai 24 Juta Hektare

    Oleh : Daulat Fajar Yanuar11 Januari 2017 19:37
    •  Share
    INILAH, Bandung - Luas kawasan hutan kritis di Indonesia mencapai 24,3 juta hektare atau sebesar 12% dari total 190 juta hektare baik di luar ataupun di dalam kawasan hutan.

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berfokus untuk mengembalikan fungsi kawasan hutan kritis, sehingga dapat berfungsi kembali seperti sedia kala.

    Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung KLHK Hilman Nugroho mengatakan, penyelesaian kawasan hutan kritis dapat diselesaikan seluruh komponen bangsa termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perusahaan swasta.

    "Rata-rata kawasan hutan kritis tersebar di seluruh kawasan konservasi di Indonesia. Sebabnya bisa bermacam-macam seperti penebangan, ilegal logging, bencana, dan sebagainya," kata Hilman kepada wartawan ditemui di Gedung Sate, Bandung, Rabu (11/1/2017).

    Kerusakan, kata Hilman, kebanyakan terjadi di kawasan yang terjadi alih fungsi lahan terutama pada di sekitar DAS, yang seharusnya berfungsi untuk menampung, menyimpan, dan mengalirkan air hujan secara alami.

    Perubahan fungsi itu, lanjutnya, membuat potensi bencana alam semakin besar. Seperti kasus yang terjadi yaitu banjir Garut akibat peralihan fungsi DAS Cimanuk dan di DAS Sari, Bima, di Nusa Tenggara Barat (NTB).

    "Kami fokus menangani lahan kritis di DAS Citarum, Cimanuk, dan Sari pada tahun 2017. Pemerintah pusat telah menganggarkan Rp 257 miliar untuk Citarum dan Cimanuk serta Rp 62,9 miliar untuk Sari," pungkas Hilman. [jek]


-->