• Pembangunan Jalur Kebon Jahe-Situ Buleud Tunggu Izin PT KAI

    Oleh : Asep Mulyana20 Maret 2017 14:08
    INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta, belum bisa memulai pembangunan jalur baru di wilayah perkotaan. Pasalnya, sampai saat ini pemerintah belum mengantongi izin dari pihak PT KAI. Mengingat, penambahan infrastruktur ini akan menggunakan lahan yang berada di samping rel kereta api milik perusahan BUMN itu.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta, Budi Supriyadi mengatakan, rencana membuka jalur baru di wilayah perkotaan ini telah dilakukan sejak 2014 lalu. Jalan tersebut, dipersiapkan untuk mengurai kemacetan yang acapkali terjadi di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

    “Jalan baru ini, nantinya menjadi jalur alternatif menuju Stasiun Purwakarta, kawasan Situ Buleud dan sekitarnya,” ujar Budi saat dihubungi INILAH melalui selulernya, Senin (20/3/2017).

    Dia menjelaskan, rencananya jalan anyar yang akan dibangun itu panjangnya 1.272 meter atau sekitar 1,2 kilometer dengan lebar sekitar tujuh meter. Jalan tersebut akan terbentang dari mulai pintu rel kereta api (Jalan Kemuning) hingga samping Gedung Kembar, Jalan KK Singawinata atau sekitar Stasiun Purwakarta.

    “Penambahan infrastruktur ini akan menggunakan lahan yang berada di samping rel kereta api yang dimulai dari palang pintu KA Kebon Jahe, Kelurahan Nagri Kaler hingga Kelurahan Nagri Tengah. Dari panjang jalan yang akan dibangun itu, ada sebagian lahannya berada di tanah milik PT KAI,” jelas dia.

    Terkait pembangunan infrastruktur baru ini, dia menambahkan, sejak 2014 lalu pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya, melengkapi berbagai persyaratan termasuk melakukan pembebasan lahan. Mengingat, dalam pembangunan ini sebagian besarnya menggunakan lahan warga sekitar.

    “Persyaratannya sudah kita tempuh semua. Pembebasan lahan pun sudah kita lakukan sejak lama. Pembangunan jalan ini tinggal actionnya saja. Tapi, karena belum mengantoni izin dari PT KAI, jadi belum bisa kami kerjakan,” tambah dia.

    Budi kembali menambahkan, salah satu alasan pemkab membuat jalan baru ini untuk mengatasi kemacetan khususnya di Jalan Sudirman. Sebab, di sepanjang jalan protokol itu, banyak berdiri pusat-pusat perkantoran. Terutama, perkantoran perbankan. Selain itu, jalur tersebut merupakan area pusat perbelanjaan warga Purwakarta. Sehingga, di jam-jam tertentu sering terjadi kemacetan di ruas jalan tersebut.

    “Menurut kami, jalan ini akan sangat membantu mobilitas masyarakat. Dipastikan, kemacetan yang kerap terjadi di jalur protokol akan sedikit teratasi,” pungkasnya. [ito]