• Penggunaan Lahan, Daop II Sarankan Purwakarta Izin ke Dirjen Perkeretaapian

    Oleh : Asep Mulyana20 Maret 2017 16:56
    •  Share
    INILAH, Purwakarta - PT KAI daerah operasional (Daop) II Bandung mengaku telah menerima surat dari Pemkab Purwakarta terkait rencana pembangunan jalur baru di wilayah perkotaan yang akan menggunakan lahan milik perusahaan BUMN itu.

    “Surat dari pemkab sudah kami terima,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus melalui sambungan selulernya, Senin (20/3/2017).

    Dia mengaku, surat yang dilayangkan pemkab melalui Pemerintahan Kelurahan Nagri Tengah itu, sudah ditindaklanjuti oleh PT KAI Daop II Bandung. Bahkan, surat tersebut telah dibalas per tanggal 16 Maret kemarin ke pemerintah setempat.

    Menurut dia, berdasarkan UU 23/2007 tentang Perkeretaapian, PT KAI Daop II Bandung tidak memiliki kewenangan untuk memberikan izin terkait penggunaan lahan di lokasi tersebut. Karena, dalam hal ini pemilik prasarana perkeretaapian ada di Dirjen Perkeretapian Kementerian Perhubungan.

    “Makanya, terkait hal tersebut, dalam surat balasan kemarin kami menyarankan Pemkab Purwakarta untuk meminta izin ke Dirjen Perkeretaapian di Jakarta,” jelasnya.

    Seperti diketahui, Pemkab Purwakarta hingga kini belum bisa memulai pembangunan jalur alternatif baru di wilayah perkotaan. Pasalnya, pemerintah belum mengantongi izin dari pihak PT KAI. Mengingat, penambahan infrastruktur ini akan menggunakan lahan yang berada di samping rel kereta api milik perusahan BUMN itu.

    Adapun infrastruktur baru yang akan dibangun itu rencananya akan terbentang dari mulai pintu rel kereta api (Jalan Kemuning) hingga samping Gedung Kembar, Jalan KK Singawinata atau sekitar Stasiun Purwakarta. Untuk panjangnya, mencapai 1.272 meter atau sekitar 1,2 kilometer dengan lebar sekitar tujuh meter.

    “Penambahan infrastruktur ini akan menggunakan lahan yang berada di samping rel kereta api yang dimulai dari palang pintu KA Kebon Jahe, Kelurahan Nagri Kaler hingga Kelurahan Nagri Tengah. Dari panjang jalan yang akan dibangun itu, ada sebagian lahannya berada di tanah milik PT KAI,” ujar Kepala Dinas PU, Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta, Budi Supriyadi. [ito]


-->