• Waspada, Wilayah Garut Selatan Rawan Longsor

    Oleh : Nul Zainul Mukhtar20 Maret 2017 20:31
    •  Share
    INILAH, Garut - Sejumlah ruas jalan di wilayah selatan Kabupaten Garut rawan terkena bencana alam pergerakan tanah, atau longsor. Baik jalan berstatus jalan provinsi maupun jalan kabupaten.

    Pergerakan tanah selalu mengancam ruas-ruas jalan tersebut karena geografi dan topografi wilayah selatan Garut sendiri yang memang berpotensi rawan terjadi pergerakan tanah. Terutama pada musim-musim hujan.

    Kondisi tersebut selain menuntut para pengguna jalan selalu meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian saat melintas, juga memaksa pemerintah daerah senantiasa bersiaga. Salah satunya dengan menyiagakan kendaraan alat berat guna mempercepat upaya penanggulangan bila sewaktu-waktu terjadi pergerakan tanah menimpa ruas badan jalan, seperti terjadi baru-baru ini.

    “Sayangnya, sejauh ini, baru pihak Provinsi (Provinsi Jabar) yang selalu menyiagakan alat beratnya di sejumlah titik rawan. Sehingga kalau terjadi pergerakan tanah, atau longsor maka bisa dengan cepat ditanggulangi. Sedangkan dari pihak Pemkab Garut belum kelihatan. Padahal sebaiknya Pemkab Garut juga bersiaga menempatkan alat-alat beratnya di sejumlah titik rawan,” kata Dewan Penasehat Presidium Garut Selatan Suryaman Anang Suatma, Senin (20/3/2017).

    Namun begitu, lanjut Suryaman, pihaknya berterima kasih atas sikap cepat tanggap Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Binamarganya yang begitu sigap melakukan tindakan penanganan setiap kali bencana longsor menimpa ruas jalan khususnya jalan provinsi di wilayah selatan Garut.

    “Longsor terjadi di ruas jalan provinsi pada jalur Rancabuaya-Cisewu-Talegong kemarin tuntas ditangani Balai Binamarga Jabar kerja sama BPBD Garut yang cepat bertindak. Sehingga jalur lalu lintas di sana tidak terlalu lama terhambat. Karenanya, kami sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur berikut jajaran Binamarganya yang responsif seperti itu,” ujar Suryaman.

    Dia berharap, ke depan, alat berat juga sebaiknya disiagakan di titik-titik lainnya di wilayah selatan Garut. Semisal di Bungbulang, Cikajang, dan Singajaya.

    “Kami juga berharap untuk musim kemarau, agar unit pemadam kebakaran difungsikan di beberapa titik. Terutama untuk penanganan kasus-kasus kebakaran yang mungkin terjadi. Termasuk kebakaran hutan,” kata mantan anggota DPRD Garut 2004-2009 itu.

    Informasi diterima INILAH, dalam tiga hari terakhir, selain longsor menimpa jalan provinsi di Cisewu, longsor juga terjadi di beberapa titik tersebar di ruas jalan Cikajang-Cisompet-Pameungpeuk . Di sekitar daerah Gunung Gelap bahkan sempat menyebabkan kemacetan arus lalu lintas sekitar satu jam karena longsorannya cukup besar.

    Longsor juga terjadi di Desa Mekarwangi yang mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut Dadi Djakaria ketika dikonfirmasi mengenai longsor di Cisewu, dan Cihurip hanya mengatakan kedua peristiwa bencana di wilayah selatan Garut itu sudah aman ditangani. Sedangkan menyangkut korban dan kerusakan yang ditimbulkan dari kejadian tersebut masih dilakukan pengecekan. [jek]


-->