• Headline

    ‎Distan Karawang Sukses Kembangkan Bakteri Pengendali Hama

    Oleh : Asep Mulyana20 April 2017 19:29
    INILAH, Karawang - Dinas Pertanian Kabupaten Karawang berinovasi.‎ Dua bakteri berhasil dimanfaatkan untuk mengendalikan hama. Dalam hal ini, instansi itu bekerja sama dengan balai besar peramalan organisme pengganggu tanaman (BBPOPT).

    Kasi Perlindungan Tanaman Padi dan Palawija, Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Yuyu Yudaswara mengatakan, di wilayahnya ada sejumlah daerah yang merupakan endemis hama pengganggu tanaman padi. Terutama, wereng coklat dan penggerek batang. Menurutnya, serangan hama di Karawang sangat intens dan sporadis. Makanya, perlu ada pengendalian‎.

    "Saat ini, kami berupaya membuat pengendali serangan hama dengan cara memanfaatkan bakteri. Bakteri yang dimanfaatkan itu yakni jenis Painibacillus Polymixsa dan Biporian. Dua bakteri ini sebagai biokontrol pengendali hama," ujar Yuyu, Kamis (20/4).

    Yuyu mengaku, pihaknya telah melakukan serangkaian uji coba selama setahun sebelum produk ini dirilis untuk petani.‎ Adapun wilayah yang dijadikan percobaan, yaitu ada lima kecamatan yang selama ini disinyalir jadi wilayah endemik hama.

    Pemanfaatan bakteri pengendali hama pun telah berlangsung. Ternyata, hasilnya serangan hama di wilayah uji coba bisa dikendalikan.

    Dia menjelaskan, kedua bakteri ini memiliki fungsi yang berbeda dalam melindungi tanaman. Untuk bakteri Painibacillus Polymixsa, bisa melindungi bibit padi dari serangan hama. Jadi, bakteri ini dimanfaatkan sejak perendaman bibit padi dengan air. Ketika sudah tercampur rata, dan bulir padi siap ditanam, maka bulir padi ini akan menjadi bibit unggul yang tahan terhadap hama.

    Dalam satu hektare lahan, terang dia, bakteri Painibacillus Polymixsa‎ yang dibutuhkan sebanyak delapan liter bakteri. Setelah itu, bulir padi yang direndam berbarengan dengan bakteri ini akan tahan terhadap penyakit ataupun hama. Karena, sejak dini bakteri ini melindungi bibit tersebut.

    Tambah dia, untuk bakteri jenis Biporian, digunakan saat hama mulai datang. Caranya dengan disemprotkan ke tanaman yang terserang hama. Bakteri ini, mampu merusak telur dan kepompong hama. Sehingga, hama itu tak bisa berkembang dengan baik.

    "Dua bakteri ini diharapkan jadi senjata biologis yang digunakan para petani," ujarnya.

    Adapun cara mengkembangbiakan bakteri ini, lanjut Yuyu dinilai sangat mudah. Petani tinggal menggunakan jagung yang telah dihaluskan seperti butiran menir beras. Lalu, menir jagung itu direbus serta didinginkan.

    Setelah dingin, kemudian jagung itu diberi bibit bakteri sebanyak satu sendok teh. Setelah itu, tutup dengan plastik supaya kedap udara. Lalu, biarkan jagung berwarna hijau.

    "Bila sudah hijau, bakteri itu siap dimanfaatkan," pungkasnya. [ito]