• Mencari Kerja, Warga Garut Hijrah ke Kota Besar

    Oleh : Nul Zainul Mukhtar19 Mei 2017 18:49
    INILAH, Garut - Hingga saat ini, para penganggur atau pencari kerja (pencaker) mendaftarkan diri ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut masih didominasi mereka merupakan warga pencaker urban ke kota-kota besar kawasan industri.

    Kota-kota besar sasaran terutama antara lain Bandung, Karawang, Bekasi, dan Jakarta. Sebagian lainnya mencari kesempatan kerja di daerah Kabupaten Garut sendiri.

    Para pencaker yang mendaftarkan diri mendapatkan kartu angkatan kerja (AK1) atau kartu kuning ke Disnakertrans tersebut sebagian besar merupakan lulusan SMA/SMK.

    Menurut Kepala Bidang Transmigrasi dan Penempatan Tenaga Kerja pada Disnakertrans Garut Amir Sudrajat, jumlah pencari kerja terdaftar di Disnakertrans sejak Januari hingga 18 Mei 2017 mencapai sebanyak 7.950 orang.

    Jumlah tersebut kemungkinan terus meningkat, dan bahkan membeludak hingga paska Idul Fitri 1438 H mendatang, seperti tahun-tahun sebelumnya, seiring banyaknya lulusan baru SMA/SMK maupun Perguruan Tinggi.

    Selama Mei ini saja, kata Amir, jumlah pencaker tercatat mencapai sebanyak 2.319 orang. Atau, rata-rata terdapat sebanyak 129 pencaker per hari mendaftarkan diri mendapatkan AK1 di kantor layanan pembuatan AK1 di Disnakertrans Garut Jalan Patriot Tarogong Kidul.

    Sehingga hampir setiap hari pelayanan di sana berlangsung melewati batas jam kerja. “Di antara mereka, ada yang hendak bekerja di Tangerang, Bekasi, pertokoan seputar Garut Kota, dan ada juga yang hanya mendaftar sebagai pencaker,” kata Amir didampingi Kepala Seksi Penempatan Kerja Arif Rahman, Jum’at (19/5/2017).

    Arif menambahkan, pada Mei 2017 ini juga ada sebanyak 25 purna tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Korea Selatan asal Garut mendapatkan pembinaan dari BP3TKI Bandung di Garut. Mereka mendapatkan pelatihan kewirausahaan peternakan ayam meski terdapat di antaranya kini sedang membuka usaha gerai foto kopi maupun peternakan sepulangnya dari luar negeri.

    Kegiatan pembinaan tersebut dilakukan bertujuan supaya hasil usaha mereka dari luar negeri itu bisa langsung dimanfaatkan untuk modal usaha mandiri.
    “Mei ini juga diagendakan ada pemberian informasi kerja serta wawasan baru ketenagakerjaan kepada 50 peserta oleh Kemenaker,” kata Arif.

    Untuk mendapatkan AK1 sendiri mudah. Pencaker cukup mendaftarkan diri ke pelayanan pembuatan AK1 di Disnakertrans Jalan Patriot Tarogong Kidul dengan menyertakan foto kopi KTP, foto kopi ijazah, dan pas foto. Pendaftaran tidak dipungut biaya. AK1 berlaku selama dua tahun, dan dapat diperpanjang selama enam bulan sekali. [jek]



meikarta.. the world of ours