• Purwakarta Berupaya Kembalikan Budaya Jalan Kaki Bagi Pelajar

    Oleh : Asep Mulyana17 Juli 2017 18:51
    INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta, mengeluarkan imbauan bagi pelajar di tahun ajaran baru 2017/2018 ini. Kali ini, meminta supaya mereka kembali membudayakan jalan kaki ke sekolah.‎

    Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan, ‎kebijakan ini sengaja digulirkan untuk menghilangkan sikap manja dan menumbuhkan kemandirian di kalangan pelajar. Apalagi, ia menilai kebiasaan ini sudah mulai hilang, kareta tergantikan dengan kendaraan bermotor.

    "‎Kedepan mereka tidak perlu lagi harus diantarkan orang tuanya ke sekolah," ujar Dedi, Senin (17/7/2017).

    Secara teknis, menurut Dedi, titik sekolah yang harus mewajibkan pelajarnya jalan kaki adalah sekolah yang sudah memiliki akses trotoar yang nyaman dan arus kendaraan yang tergolong landai. Jadi, untuk sekolah yang infrastrukturnya memadai, itu tidak boleh lagi ada orang tua yang mengantar anaknya sekolah.

    "Boleh diantar, tapi hanya sampai radius satu kilometer dari sekolah. Dari lokasi dia diantar hingga ke sekolahnya baru jalan kaki," ujar Dedi.

    Dengan kata lain, anak-anak tersebut wajib jalan kaki‎ menuju sekolah. Hal ini pun, kata dia, untuk menghindari penumpukan kendaraan orang tua yang mengantar anaknya di sekolah.

    "Misalnya di SMPN 1, itu nanti tidak boleh ada mobil orang tuanya yang parkir didepan sekolah. Jadi kalau orang tuanya nganter cukup sampai bundaran BTN, Jalan KK Singawinata. Nanti anaknya jalan kaki," jelas dia.

    Dedi menjelaskan, kebijakannya kali ini semata-mata untuk mendorong pelajar untuk gemar berjalan kaki. Pasalnya, berjalan kaki merupakan bagian dari pendidikan. Sedangkan saat ini, banyak siswa yang ke sekolah dengan diantar oleh kendaraan orang tuanya.

    "Dulu kan sudah jalan program bersepeda ke sekolah‎. Nah kali ini program jalan kaki. Bersepeda dan jalan kaki ini merupakan bagian dari pendidikan berbasis lingkungan," jelas Dedi.

    Dedi menambahkan, pelajar yang didorong untuk biasa jalan kaki ke sekolah itu diutamakan yang sekolahnya di perkotaan. Namun, tak semua SMP bisa diberlakukan aturan ini. Jadi, sekolah yang bisa diberlakukan pelajarnya untuk berjalan kaki atau bersepeda, yaitu yang lokasinya punya syarat tertentu.

    Di antaranya, SMPN 1 Purwakarta, SMPN 3 Purwakarta, SMPN 6 Purwakarta. Lalu, SMPN 7 Purwakarta, SMPN 8 Purwakarta, SMPN 9 Purwakarta dan SMPN 10 Purwakarta. ‎"Jadi, pelajar dari tujuh smp yang dimaksud wajib ke sekolah berjalan kaki sejauh satu kilometer atau menggunakan sepeda," pungkasnya. [jek] adv