• Sopir Angkutan Umum Konvensional Datangi Pemkot Cirebon

    Oleh : Erika Lia Lestari05 September 2017 20:04
    INILAH, Cirebon- Ratusan sopir angkutan umum (angkum) konvensional di Kota Cirebon kembali berunjukrasa memprotes eksistensi angkutan berbasis daring, Selasa (5/9). Pemkot Cirebon didesak memenuhi janjinya menghentikan operasional angkutan daring.

    Aksi dilakukan para pengemudi angkum dengan mendatangi Gedung DPRD Kota Cirebon di Jalan Siliwangi. Tak hanya itu, mereka memilih mogok beroperasi dan meninggalkan kendaraan mereka di halaman gedung dewan.

    Sekretaris Organda Kota Cirebon, Karsono yang memimpin aksi, mempertanyakan janji otorita Kota Cirebon yang sebelumnya menyatakan bakal melarang angkutan daring beroperasi. Dia menyebutkan, sejak diputuskan dilarang beroperasi hingga perizinannya beres pada awal Agustus lalu, hingga kini angkutan daring ditemukan beroperasi.

    "Larangan itu nyatanya belum dilaksanakan, padahal sudah disepakati dalam rapat lalu," katanya saat audiensi dengan anggota DPRD Kota Cirebon.

    Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Cirebon, Dani Mardani menjelaskan, sebagaimana hasil konsultasi dengan Dinas Perhubungan (Dishun) Provinsi Jawa Barat, angkutan daring di Kota Cirebon belum berizin. Pihaknya sendiri telah mendesak Dishub Jawa Barat segera mengambil tindakan mengingat kemunculannya telah menimbulkan gejolak, terutama dari angkum konvensional.

    "Sejauh ini, Dishub Jabar sedang memproses pegajuan peraturan gubernur. Tapi, pemda di Jabar bisa menindak karena ada penyidik PPNS bidang transportasi," paparnya.

    Tak hanya itu, kepolisian juga berwenang menertibkan angkutan daring mengingat belum berizin.

    Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno yang memimpin audiensi sepakat memutuskan melarang angkutan daring. "Tapi, kami menyerahkan kepada Pemkot Cirebon melalui Dishub Kota Cirebon untuk teknis penindakannya," tegasnya.

    Kepala Dishub Kota Cirebon, Atang Hasan Dahlan, yang turut serta mendampingi Edi dalam audiensi mengklaim siap melaksanakannya. Namun, Atang menghindar saat ditanya media massa mengenai teknis penertiban angkutan daring.

    "Nanti ya nanti, harus dikoordinasikan dulu," kilahnya.

    Sementara, para sopir angkum konvensional mengancam akan memarkirkan kendaraannya hingga empat hari ke depan di depan Balai Kota Cirebon dan Gedung DPRD sebagai bentuk protes. Aksi itu sendiri mengakibatkan masyarakat kesulitan beraktivitas lantaran ketiadaan angkum.

    Para sopir angkutan konvensional juga sepakat mengumpulkan kunci kendaraannya dan menyerahkannya kepada Kepala Dishub Kota Cirebon. Namun, Atang langsung menghilang usai audiensi.

    "Kalau memang tak ada langkah konkret untuk menindak angkutan daring, kami akan memarkirkan mobil di depan gedung DPRD dan Balai Kota Cirebon sampai seminggu. Daripada usaha tapi tak ada untungnya, malah rugi," ancam Karsono mewakili para sopir angkum konvensional.

    Pihaknya pun memilih menunggu sampai ada kebijakan dari Pemkot Cirebon. Menurutnya, para sopir dan pemilik angkum konvensional kebingungan mengingat sejak angkutan daring beroperasi, omzet mereka menurun drastis. [jek]