• Krisis Air Bersih Mulai Hantui Warga Lima Kecamatan di Karawang

    Oleh : Asep Mulyana12 September 2017 16:56
    INILAH, Karawang - Krisis air bersih menghantui sebagian warga di Kabupaten Karawang. Sampai saat ini, sudah beberapa desa di lima kecamatan telah mengalami kekurangan air bersih. Terutama untuk kebutuhan sehari-hari, semisal mandi dan mencuci.

    Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat mencatat, sampai saat ini sudah ada 23 ribu warga yang tersebar di lima kecamatan yang ada di wilayah ini sudah mengalami kekurangan air. Adapun kelima kecamatan itu, yakni Tegalwaru, Ciampel, Pangkalan, Telukjambe Barat serta Kecamatan Telukjambe Timur.

    "Kami sudah laporkan soal krisis air bersih ini yang ke Pemprov Jabar," ujar Kepala BPBD Kabupaten Karawang, Banuara Nadeak, Selasa (12/9/2017).

    Pihaknya memprediksi, kekurangan air bersih ini sepertinya tak hanya melanda lima kecamatan tersebut. Tapi, kekeringan ini juga terjadi di wilayah lain. Hanya saja, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait‎ kondisi tersebut dari masing-masing desa/kecamatan.

    Memang, kata dia, tidak semua desa yang ada di lima kecamatan itu mengalami kekurangan air. Jadi, krisis air ini hanya terjadi di beberapa titik saja. Namun, laporan yang diterimanya sudah ada 23 ribu warga yang sudah terdampak kekeringan ini.

    Banuara mengklaim, pihaknya telah melakukan kordinasi lintas instansi. Termasuk,‎ dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum Karawang. Saat ini, BPBD dan PDAM telah rutin mendistribusikan air bersih ke daerah yang kesulitan air bersih ini.

    Dalam hal ini, pihaknya juga sudah mengusulkan kepada instansi terkait untuk segera merumuskan solusi jangka panjang untuk menangani persoalan ini. Salah satu usulannya, yakni dengan melakukan pemasangan pipanisasi ke sejumlah titik wilayah kekeringan itu.

    "Pemasangan pipa ini bisa dilakukan dengan mencari titik mata air, kemudian nanti dibangun jaringan pipa yang menghubungkan dengan pemukiman. Sehingga warga tidak terlalu jauh mengambil air bersih," tambah dia.

    Sementara itu, ‎salah satu kasus kekurangan air yang paling parah, seperti yang terjadi ‎di Desa Cinta Asih, Kecamatan Pangkalan. Saat ini, masyarakat di wilayah itu harus rela berjalan kaki belasan kilometer untuk bisa mendapatkan air bersih guna menutupi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, sumur-sumur mereka telah kering.

    Sarmidi (49), warga setempat mengaku, masyarakat di kampungnya sudah beberapa pekan ini kesulitan air bersih. Dia dan warga lainnya pun kelimpungan mencari sumber air yang masih bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

    "Sumur-sumur di rumah kami sudah kering. Jadi, kami cari sumber lain yang memang lokasinya cukup jauh dari rumah," ujarnya.

    Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, misalnya untuk keperluan MCK, warga rela berjalan kaki meskipun jarak ke sumber air ini cukup jauh. Sedangkan, sambung dia, untuk keperluan minum dan memasak warga harus membeli air bersih dari sejumlah penjual air keliling.[ito]



meikarta.. the world of ours