• Pasar Leles Garut Direvitalisasi di 2018

    Oleh : Nul Zainul Mukhtar12 September 2017 22:26
    INILAH, Garut - Di tengah kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadi kebakaran di Kabupaten Garut di tengah musim kemarau sekarang, kebakaran besar justeru menimpa Pasar Leles di Kecamatan Leles, Senin (11/9/2017).

    Kendati belum bisa dipastikan penyebabnya, kebakaran menimbulkan kerugian material sekitar Rp2,6 miliar itu diperkirakan akibat percikan api dari arus pendek listrik. Sumber penyebab dominan atas puluhan kejadian kebakaran yang selama ini terjadi di sejumlah daerah di Kabupaten Garut.

    Ironisnya, kebakaran menghanguskan sekitar 171 unit bangunan kios, dan 4 unit bangunan lapak pedagang kaki lima (PKL) itu terjadi setahun menjelang revitalisasi pasar tradisional tersebut yang direncanakan dilaksanakan pada 2018 nanti dengan dibiayai APBD Garut.

    Kepastian akan revitalisasi Pasar Leles sendiri setidaknya terlihat dari dialokasikannya anggaran untuk kegiatan pemenuhan persyaratan revitalisasi pasar bersangkutan di 2016 lalu di Dinas Perindustrian Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut. Antara lain belanja jasa konsultasi Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Pasar Leles senilai Rp127 juta, belanja jasa konsultasi Analisis Mengenai Dampak Lalu Lintas (AMDALALIN) Pasar Leles senilai Rp100 juta, dan belanja jasa konsultasi perencanaan Detail Engineering Design (DED) Pasar Leles sebesar Rp200 juta. Ditambah biaya swakelola untuk kegiatan bersangkutan yang mencapai puluhan juta rupiah
    .
    Saat mengunjungi lokasi Pasar Leles paskakebakaran, Selasa (12/9/17), kepada wartawan, Bupati Garut Rudy Gunawan menyebutkan, Pasar Leles akan direvitalisasi pada 2018 dengan menelan anggaran sekitar Rp30 miliar.

    Jika pasar tradisional di Kecamatan Leles itu sudah terbangun, nantinya para pedagang tak usah membeli kios untuk menempati masing-masing kiosnya melainkan hanya dibebani retribusi harian.
    Rudy juga menyebutkan, segera setelah puing-puing bekas kebakaran dibersihkan dan ditertibkan, di sana akan didirikan pasar darurat bagi para pedagang agar bisa kembali menjalankan usahanya berdagang.
    Kepala Bidang Pasar pada Disperindag ESDM Garut Achmad Ramdani megatakan, kebakaran selain mengakibatkan sedikitnya 171 unit bangunan kios, serta 4 unit bangunan lapak PKL hangus, juga terdapat sedikitnya 13 unit bangunan kios lain, dan sekitar 10 rumah penduduk berada dekat lingkungan pasar rusak terdampak.

    Dia menyebutkan, kerugian material akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar rp2.630.000.000. Sedangkan sumber api pemicu kebakaran belum diketahui. Kendati terdapat dugaan akibat arus pendek listrik terjadi di salah satu kios di Blok C Pasar Leles.

    “Sumber api penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian,” ujarnya.

    Senada dikemukakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Dadi Djakaria.

    “Laporan yang kita terima, kalau jumlah pedagang seluruhnya ada 198 pedagang, 10 unti rumah penduduk terdampak. Untuk titik awal api belum terkonfirmasi. Masih dalam penelusuran,” ujarnya. [jek]



meikarta.. the world of ours