• Perlu Solusi Jangka Panjang Atasi Krisis Air di Karawang

    Oleh : Asep Mulyana13 September 2017 16:25
    INILAH, Karawang - Warga di sebagian wilayah Kabupaten Karawang, saat ini telah dilanda Krisis air.‎ Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat melaporkan, sudah ada beberapa desa di lima kecamatan yang mengalami kekurangan air.

    Salah satu upaya yang tengah dilakukan pemerintah, yakni dengan memberikan bantuan berupa air bersih kepada mereka yang terkena dampak kemarau itu. Adapun kelima kecamatan itu, yakni Tegalwaru, Ciampel, Pangkalan, Telukjambe Barat serta Kecamatan Telukjambe Timur.

    Menurut Kepala BPBD Kabupaten Karawang, Banuara Nadeak, untuk persoalan ini sudah seharusnya dibuat solusi untuk jangka panjang. Supaya, kasus seperti ini tak lagi terjadi di wilayah kerjannya. ‎Salah satu usulan pihaknya, yakni dengan melakukan pemasangan pipanisasi ke sejumlah titik wilayah kekeringan itu.

    "‎Untuk persoalan ini sudah seharusnya dibuat solusi untuk jangka panjang. Supaya, kasus seperti ini tak lagi terjadi lagi," ujar Banuara melalui pesan singkat, Rabu (13/9/2017).

    Sedangkan untuk bantuan jangka pendek, Banuara mengklaim, pihaknya telah melakukan kordinasi lintas instansi. Termasuk,‎ dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Tirta Tarum Karawang. Saat ini, BPBD dan PDAM telah rutin mendistribusikan air bersih ke daerah yang kesulitan air bersih ini.

    Dalam hal ini, pihaknya juga sudah mengusulkan kepada instansi terkait untuk segera merumuskan solusi jangka panjang untuk menangani persoalan ini. Salah satu usulannya, yakni dengan melakukan pemasangan pipanisasi ke sejumlah titik wilayah kekeringan itu.

    "Pemasangan pipa ini bisa dilakukan dengan mencari titik mata air, kemudian nanti dibangun jaringan pipa yang menghubungkan dengan pemukiman. Sehingga warga tidak terlalu jauh mengambil air bersih," tambah dia.

    Dia menambahkan, pihaknya memprediksi kekurangan air bersih ini sepertinya tak hanya melanda lima kecamatan tersebut. Tapi, kekeringan ini juga terjadi di wilayah lain. Hanya saja, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait‎ kondisi tersebut dari masing-masing desa/kecamatan.

    Sementara itu, ‎salah satu kasus kekurangan air yang paling parah, seperti yang terjadi ‎di Desa Cinta Asih, Kecamatan Pangkalan. Saat ini, masyarakat di wilayah itu harus rela berjalan kaki belasan kilometer untuk bisa mendapatkan air bersih guna menutupi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, sumur-sumur mereka telah kering.

    Ahmad (45), warga setempat mengaku, masyarakat di kampungnya sudah beberapa pekan ini kesulitan air bersih. Dia dan warga lainnya pun kelimpungan mencari sumber air yang masih bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

    "Sumur-sumur di rumah kami sudah kering. Jadi, kami cari sumber lain yang memang lokasinya cukup jauh dari rumah," ujarnya.

    Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, misalnya untuk keperluan MCK, warga rela berjalan kaki meskipun jarak ke sumber air ini cukup jauh. Sedangkan, sambung dia, untuk keperluan minum dan memasak warga harus membeli air bersih dari sejumlah penjual air keliling. [jek]