• Headline

    Disnaker Karawang Endus Dugaan Pemalsuan Kartu Kuning

    Oleh : Asep Mulyana13 September 2017 18:55
    Ilustrasi
    INILAH, Karawang - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, mengendus adanya praktik pemalsuan‎ kartu kuning yang diduga dilakukan oknum pengelola lembaga pelatihan dan kursus (LPK) yang ada di tingkat kecamatan.

    Saat ini, kasus pemalsuan tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

    "Kasus ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut pihak kepolisian‎," ujar Kepala Disnakertrans Karawang, Ahmad Sutoro kepada wartawan, Rabu (13/9/2017).

    Suroto menjelaskan, ‎kasus ini terungkap saat oknum pengelola LPK di salah satu kecamatan ketahuan sedang memprint out kartu kuning di sebuah warung internet. Selain itu, stempel dan tanda tangan juga dipalsukan.

    Dia mengatakan, selama ini kartu kuning memang tersedia di dua tempat. Pertama di dinas kabupaten, lalu di setiap kantor kecamatan. Dengan kata lain, yang mengeluarkan kartu tersebut, yaitu Disnaker dan pejabat kecamatan setempat.

    Akan tetapi, pada kasus ini yang mengeluarkannya yaitu pengelola LPK. Tanda tangan pejabat kecamatannya juga diduga dipalsukan. Jadi, ada kemungkinan oknum tersebut menjualbelikan kartu kuning itu. Bila kartu kuning itu dijual minimalnya seharga Rp 10 ribu, maka masyarakat dirugikan.

    Pasalnya, sampai saat ini untuk membuat kartu kuning, pemohon tak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Karena itu, kasus pemalsuan kartu kuning ini sedang ditangani aparat kepolisian.

    Suroto menambahkan, sampai saat ini lebih dari 30 LPK yang bermitra dengan Disnaker. LPK ini, tersebar di 30 kecamatan yang ada. Bila terbukti, LPK yang melakukan pemalsuan kartu kuning dan merupakan mitra Disnaker, pihaknya akan segera menyabut izin dari lembaga tersebut.

    "Kita akan beri sanksi tegas, bila itu LPK binaan dinas. Sanksinya, izin LPK tersebut dicabut," tegas dia.

    Sementara itu, Wulandari (19), salah seorang pencari kerja asal Kecamatan Cikampek mengatakan, seharusnya ada pengawasan yang kuat mengenai dikeluarkannya kartu kuning ini.

    Lalu, untuk mengetahui kartu kuning itu asli atau palsu, sebaiknya ada tanda-tanda khusus yang bisa dilihat secara kasat mata.

    "Selama ini, kita tahunya kartu kuning dikeluarkan di Disnaker. Ternyata, di kecamatan ada juga. Sebaiknya, ada tanda khusus supaya kita tahu yang asli atau yang palsu," ujarnya singkat. [ito]



meikarta.. the world of ours