• Krisis Air Bersih di Karawang Semakin Meluas

    Oleh : Asep Mulyana19 September 2017 21:51
    INILAH, Karawang - Kekeringan dan kesulitan air bersih yang dialami warga di Kabupaten Karawang, kian meluas. Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat melansir, daerah yang ‎dilanda krisis air bersih akibat kemarau ini bertambah jadi 23 desa. Padahal, sebelumnya hanya 9 desa yang terdampak kekeringan ini.

    "Sekarang ada 23 desa yang mengalami krisis air. Desa-desa ini tersebar di lima kecamatan," ujar ‎Kepala BPBD Kabupaten Karawang, Banuara Nadeak melalui sambungan selulernya, Selasa (19/9/2017).

    Dia menjelaskan, saat ini sudah ada 26 ribu jiwa di 23 desa telah dilanda kekeringan. Awalnya, kata dia, hanya 23 ribu warga saja. Dengan kata lain, dampak kemarau ini sudah semakin meluas.‎

    Adapun 23 desa tersebut, terang dia, masing-masing tujuh desa di Kecamatan Tegalwaru, delapan desa di Kecamatan Pangkalan, dua desa di Kecamatan Telukjambe Barat, tiga desa di Kecamatan Ciampel, serta tiga desa lagi di Kecamatan Pakisjaya.

    Saat ini, kata dia, upaya yang dilakukan BPBD yaitu setiap hari mendistribusikan air bersih atas kerja sama dengan PDAM setempat. Air bersih yang dikirim ke desa-desa itu, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Jadi, per desanya bisa satu tanki air dengan kapasitas 5.000 liter ataupun bisa lebih dari dua tanki.

    Pihaknya meminta, supaya krisis air bersih ini segera mendapatkan solusi jangka panjang. Mengingat, solusi untuk mengatasi permasalahan ini perlu pembahasan lintas sektoral. Tak bisa dilakukan oleh BPBD sendiri.

    Adapun yang diusulkan BPBD yaitu, perlunya pembuatan jaringan pipanisasi ke daerah-daerah yang dilanda air bersih. Sehingga, dengan adanya pipanisasi ini bisa terakses oleh PDAM ataupun sumur resapan yang dibuat oleh instansi lainnya.

    "Kami sudah usulkan. Perlu duduk bersama lintas instansi dalam mencari solusi mengatasi kekeringan ini," kata dia menambahkan. [jek]