• Dinkes Kabupaten Cirebon Agendakan Pembersihan Sampah Medis Berbahaya

    Oleh : erika07 Desember 2017 18:45
    INILAH, Cirebon- Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang teronggok di tempat pembuangan sampah sementara di Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, diduga berasal dari rumah sakit di berbagai daerah, termasuk Cirebon. Instansi terkait belum memastikan waktu pemindahan sampah B3 tersebut.

    Keberadaan limbah B3 itu mendapat atensi Kodim 0620/Sumber, Kabupaten Cirebon. Bersama otoritas terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Kepala Staf Kodim 0620/Sumber turut meninjau lokasi, Kamis (7/12).

    Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni menyebut, persoalan limbah medis di Kabupaten Cirebon sudah menjadi tanggungjawab bersama. Dinkes bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta kepolisian setempat, diklaimnya, sudah pernah memanggil dan menindak perusahaan yang diduga membuang limbah medis tersebut.

    "Saya pun tak habis pikir, sekarang ramai lagi," katanya.

    Pihaknya sejauh ini sudah melakukan pendekatan kepada masyarakat Desa Panguragan. Namun rupanya tak berhasil. Dia pun memastikan, limbah medis tersebut tak berasal dari rumah sakit di Kabupaten Cirebon sebagaimana hasil penelusuran.

    Di Kabupaten Cirebon, seluruh rumah sakit telah bekerjasama dengan PT Wastek, Jakarta, sebagai pihak ketiga yang menangani pemusnahan limbah medis. Dia meyakinkan, pihaknya kerap memantau perjalanan kerjasama dengan PT Wastek.

    "Kami selalu memantau dan tak ada limbah medis yang menumpuk di luar," tuturnya.

    Sejauh ini, pihaknya memperoleh informasi, limbah tersebut diduga berasal dari rumah sakit di luar kota seperti Bekasi dan Karawang. Namun begitu, pihaknya belum mengetahui alasan pengusaha yang bekerjasama dengan rumah sakit dengan membuang limbah medis tersebut ke Cirebon.

    Dinkes Kabupaten Cirebon sendiri telah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar. Bersama DLH Kabupaten Cirebon, pihaknya sudah ke lokasi mengambil sampel dan foto kondisi terbaru limbah medis di tempat pembuangan sampah sementara itu.

    "Akhirnya jadi tanggungjawab bersama dan kami juga serahkan kasus ini ke polisi karena sudah jelas melanggar hukum," ujar dia.

    Dia mengaku, kondisi warga setempat menjadi salah satu kendala dalam membersihkan tumpukan limbah Desa Panguragan Wetan. Menurutnya, sebagian besar warga hidup dengan memungut sampah. Tak hanya memungut sampah, tak sedikit pula di antara warga yang menjadi pengusaha rongsok (barang bekas), sedangkan warga lain menjadi karyawannya.

    "Ini yang kemudian dimanfaatkan pengusaha limbah medis. Sayangnya, para pekerja rongsok tak tahu bahaya di balik limbah medis yang dibuang sembarangan," tandasnya.

    Berdasar pengamatan di lokasi, di antara tumpukan sampah medis tersebut, terselip stiker nama rumah sakit yang diduga menunjukkan asalnya. Nyatanya, selain dari rumah sakit asal Jakarta, ditemukan pula stiker nama rumah sakit Lampung, Karawang, Tasikmalaya, Surabaya, termasuk Cirebon.

    Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Cirebon, Edi Susanto memastikan, keberadaan sampah medis tersebut membahayakan bagi warga sekitar karena bersifat infeksius. Meski membahayakan, pihaknya belum dapat memastikan waktu rencana pemindahan sampah berbahaya tersebut.

    "Kami sudah koordinasi dengan DLH untuk pemindahan, tapi waktunya belum bisa dipastikan," katanya di lokasi.

    Pihaknya menyatakan situasi darurat di lokasi pembuangan yang belakangan diketahui ilegal tersebut. Aneka bahaya penyakit mengancam siapapun yang melintas kawasan itu.

    Sementara itu, Kepala Staf Kodim 0620/Sumber, Mayor Infanteri Sulkifli saat meninjau lokasi menyatakan, keberadaan sampah medis itu membahayakan manusia maupun lingkungan sekitar. Dia mengaku, pihaknya turut terlibat dalam rencana pembersihan limbah medis tersebut.

    "Kami koordinasi dengan instansi pemerintah terkait. Harus segera dibersihkan karena membahayakan lingkungan dan manusianya," tegasnya. [jek]