• Kesal Harga Tinggi, Seribuan Pedagang Ayam akan Mogok Berjualan

    Oleh : redaksi13 Januari 2018 13:02
    INILAH, Cianjur - Seribuan pedagang daging ayam yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Domba Ayam dan Sapi (APDDAS) Cianjur, Jawa Barat, akan melakukan akssi mogok berjualan selama 3 hari.

    Rencana tersebut diungkapkan Ketua APDDAS Cianjur Yayuk Sri Rayahu di Cianjur, sebagai upaya menyikapi harga daging ayam yang terus meroket sejak satu bulan terakhir.

    Bahkan pihaknya, kata dia, telah mengeluarkan surat edaran hasil musyawarah pengurus, bandar dan pedagang ayam 8 Januari tentang kenaikan harga ayam yang tidak wajar setelah Natal dan tahun baru.

    "Semua pihak yang terkait diimbau untuk melaksanakan isi surat edaran tersebut hingga permintaan penurunan harga dikabulkan atau terealiasi. Bagi yang tidak mengikuti edaran akan mendapatkan sanksi, berupa denda sebesar Rp10 juta untuk pemotong dan Rp1 juta untuk pengecer," katanya.

    Dia menjelaskan, kenaikan harga kali ini merupakan paling tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sehingga pedagang merugi karena sepinya pembeli. Bahkan kenaikan sudah lebih dari satu pekan dari kesepakatan.

    "Hasil kesepakatan sudah lebih dari 10 hari, harga tidak turun malah terus naik. Kesepakatan tersebut dilakukan di ruang kerja Wakil Bupati Cianjur sehingga kami memilih mogok berjualan agar harga dapat kembali normal," katanya.

    Saat ini, tutur dia, harga daging ayam dijual Rp36 ribu sampai Rp38 ribu per kilogram. Sedangkan harga normal Rp30 ribu per kilogram. Pedagang tidak bisa menurunkan harga di bawah dari yang sekarang karena untuk harga dari rumah potong sudah Rp29 ribu per kilogram.

    "Penjual hanya bisa mengambil keuntungan sedikit, sedangkan pembeli terus berkurang karena harga yang terlalu tinggi. Tidak sedikit penjual yang menambah modal karena belanja hari ini, berbeda dengan belanja keesokan hari," katanya.

    Pihaknya berharap pemerintah segera bergerak untuk menekan harga daging ayam di pasaran agar kembali normal karena dia menilai pemerintah memiliki tenaga ahli dengan lulusan pendidikan yang tinggi, sehingga bisa mencari akar masalah dan solusi mahalnya harga daging ayam.

    Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, pihaknya bersama tim segera turun ke lapangan dan berupaya menekan harga daging ayam yang terus meroket.

    "Kami segera melakukan rapat kordinasi dan mencari akar dari kenaikan harga tersebut. Kami akan turun ke lapangan agar harga dapat kembali normal," katanya.

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT