• Headline

    Inilah Solusi Pertanian Jabar ala Dedi Mulyadi

    Oleh : Asep Mulyana18 Januari 2018 01:09
    INILAH, Purwakarta - ‎Calon wakil Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, sambung saran menyikapi persoalan pertanian di Jawa Barat. Menurutnya, harus ada pola yang diubah. Misalnya, dalam hal pendistribusian beras.

    Jadi, kata dia, ‎jangan lagi beras dari satu daerah, misalnya dari Indramayu, dikirim ke pasar Induk Jakarta, sebelum kebutuhan beras di wilayah penghasilnya terpenuhi.

    "Selama ini kan hasil pertanian diangkut ke pasar induk dulu. Di sisi lain, kita abai terhadap kebutuhan beras di daerah yang menjadi penghasil beras," ujar Dedi, Rabu (17/1/2018).

    Dengan kata lain, ‎kata dia, jangan sampai kebutuhan ke pasar induk terpenuhi. Di sisi lain warga di sentra beras sendiri, malah makan raskin. Makanya, pola seperti ini harus segera diubah.

    Usulan Dedi ini bukan tanpa alasan. ‎Sebelumnya, Dedi menerima keluh kesah dari Bangkin (75) seorang buruh tani, warga Desa Baleraja, Kecamatan Gentar, Kabupaten Indramayu. Curahan hati sang pejuang pangan ini, disampaikannya saat Kang Dedi datang ke wilayah itu untuk memenuhi undangan dari tokoh masyarakat setempat pada Selasa (16/1/2018).

    Dalam kesempatan itu, pria paruh baya ini mencurahkan keluh kesahnya sebagai buruh tani kepada Kang Dedi. Dirinya, nyaris tak pernah menikmati hasil panen tanaman padi yang dia tanam. Sehari-hari, Bongkin dan keluarganya hanya mengonsumsi Raskin dari Bulog.

    "Untuk makan, hanya mengandalkan beras Rastra pak," ujar Bongkin.

    ‎Seketika itu juga, Dedi mengernyitkan dadi mendengar keluh kesah buruh tani itu. Dia, mengaku heran dengan keadaan tersebut. Mengingat, Indramayu dan sekitarnya dikenal sebagai basis lumbung padi nasional. Ironisnya, anomali ketersediaan beras bagi masyarakatnya justru terjadi di wilayah itu.

    "Pola seperti ini juga yang harus diubah. Selama ini, para buruh tani yang dari mulai menanam hingga memanen, hanya dibayar dengan uang.‎ Uang yang mereka dapat untuk dibelikan beras. Kalau bisa memroduksi beras, kenapa harus beli beras?. Petani, seharunya punya cadangan beras yang cukup," seloroh dia.

    Menyikapi persoalan tersebut, Dedi pun lantas menyambung saran. Sebagai daerah yang memiliki predikat sebagai lumbung padi nasional, menurut dia, Jawa Barat harus segera melakukan penguatan infrastruktur pertanian. Di antaranya, menyediakan 'Leuit' (lumbung beras) di berbagai daerah.

    "Kedepan, harus ada lumbung di daerah penghasil beras. Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota harus bersinergi untuk bekerja bersama-sama," jelas dia.

    Selain itu, Dedi menilai, sitem irigasi yang baik dan asuransi pertanian harus menjadi bagian penting penyelesaian masalah pertanian di Jabar. Pemerintah, kata dia, harus terlibat mulai dari proses awal penanaman padi hingga seandainya terjadi gagal panen.

    "Irigasi harus cukup. Asuransi pertania harus bisa melindungi petani. Jika gagal panen, biaya produksi padi diganti oleh pemerintah," pungkasnya.[jek]

    Tags :


    Berita TERKAIT