• Headline

    Terbukti Lakukan Pencemaran Lingkungan, PT IBR Purwakarta Didenda Rp 2 Miliar

    Oleh : Asep Mulyana22 Januari 2018 20:58
    INILAH, Purwakarta - PT Indo Bharat Rayon (IBR) yang berlokasi di Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta divonis bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu. Perusahaan asing yang memroduksi serat rayon itu terbukti melakukan pencemaran lingkungan hidup.

    Dalam putusan MA No: 574 K/Pid.Sus LH/2017, tertanggal 18 Juli 2017 itu, perusahaan tersebut wajib membayar denda sebesar Rp 2 miliar, berikut biaya perkara dalam tindak pidana lingkungan hidup.

    Selain itu, ada putusan MA kedua yang harus dilakukan oleh pihak perusahaan yaitu mengembalikan kembali kondisi Rawa Kali Mati di Desa Cilangkap Kecamatan Babakan Cikao, seperti keadaan sebelumnya sebelum tercemar.

    "Hari ini kami telah melakukan eksekusi, dan pihak IBR telah membayar denda sesuai putusan MA tadi," ujar Kasie Pidana Umum, Sucipto kepada sejumlah wartawan di kantornya, Senin (22/1/2018) sore.

    Terkait upaya rekontruksi Rawa Kalimati yang tercemar, kata dia, untuk teknis-teknis clean up di lokasi sumber air itu untuk selanjutnya diserahkan ke pihak perusahaan dan intansi terkait. Dalam upaya ini, harus juga melibatkan laboratorium.

    Seperti diketahui, vonis pengadilan tingkat pertama pada 23 Juni 2016 lalu terhadap perkara tersebut adalah, PT IBR divonis bersalah melakukan tindak pidana lingkungan sebagaimana diatur dalam Pasal 103 juncto Pasal 116 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (PLH) juncto Pasal 64 KUH Pidana.

    Saat itu, hakim menyatakan PT IBR bersalah dengan hukuman pidana penjara percoban selama satu tahun. Hukuman pidana penjara tersebut dijalani jika selama dua tahun setelah putusan hakim, perusahaan melakukan kesalahan yang sama.

    Kemudian vonis banding Pengadilan Tinggi Jabar, dalam putusan PT Nomor 240/Pid.B/LH/2016/PT.BDG memperberat yakni pidana denda sebesar Rp 1.5 miliar serta menghukum terdakwa dengan pidana tambahan yakni membersihkan limbah B3 yang saat ini tertimbun di rawa Kalimati sehingga kedalaman rawa Kalimati kembali seperti sediakala.

    Terdakwa juga harus memberikan laporan berkala pada BLHD Purwakarta dengan melibatkan laboratorium Intertek Utama Services, Laboratorium Tekmira dan Laboratorium ALS Laboratory Group atau laboratorium lain yang ditunjuk BLHD Purwakarta.[jek]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT