• Terima SK Pensiun, Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon Pamit Jadi Cawabup

    Oleh : erika19 Februari 2018 17:58
    INILAH, Cirebon- Mengklaim telah mengantongi surat keputusan (SK) pensiun dini dari Kementerian Agama (Kemenag), Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon yang juga calon wakil bupati dari PDIP yang dipasangkan dengan petahana, Imron Rosyadi, berpamitan kepada seluruh pegawai di lingkungan Kemenag Kabupaten Cirebon, Senin (19/2).

    Pensiun dininya telah berlaku per Senin (19/2) sehingga merupakan hari terakhirnya menjabat sebagai Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon.

    Sebelumnya, meski telah ditetapkan sebagai calon wakil bupati oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Cirebon, Imron diketahui belum menerima SK pensiun dini dari Kemenag.

    Menurut Imron, jabatannya yang bersifat vertikal membuat SK pensiun dini tersebut membutuhkan waktu sebelum diterimanya. Imron pun sudah menyertakan hal ini dalam persyaratan administrasinya dan KPU tak mempersoalkannya.

    Hanya belakangan diketahui, meski baru menerima SK tersebut pada Senin (19/2), Imron tercatat telah pensiun dini per 1 Februari 2018. Saat itu juga, Imron pun mengemasi barang-barang yang tersisa di ruangan kantornya.

    "Barang-barang pribadi di ruangan sudah saya bawa beberapa waktu sebelumnya sehingga di hari terakhir saya tak perlu repot bawa banyak barang. Lihat saja, buku-buku pribadi yang tadinya numpuk di atas meja sekarang sudah tak ada," katanya.

    SK pensiun dini yang kini telah terbit dinilainya datang lebih cepat dari perkiraan. Imron mengira, dirinya baru akan menerima SK pada akhir Februari nanti.

    Dia meyakinkan, meski senyap, kampanyenya bersama Sunjaya yang memperoleh nomor urut dua (2) tetap mengikuti aturan kampanye yang ditetapkan KPU. Dia pun mengaku tak akan memaksakan gaya kepemimpinannya kepada masyarakat.

    Sunjaya-Imron merupakan salah satu dari empat pasangan calon (paslon) yang akan berlaga di Pilkada Kabupaten Cirebon 2018. Selain mereka, tiga paslon lainnya yakni Kalinga-Dian Hernawa Susanti yang diusung Gerindra, PKS, dan PPP dengan 12 kursi memperoleh nomor urut satu (1).

    Rahmat-Yayat Ruhyat yang diusung Golkar, Demokrat, PBB, dengan 12 kursi ditambah dukungan Hanura dengan tiga kursi memperoleh nomor urut tiga (3).

    M Luthfi-Nurul Qomar yang diusung PKB dan Nasdem dengan 12 kursi yang memperoleh nomor urut empat (4).

    TAG :


    Berita TERKAIT