• Headline

    Jalur KA Terendam, Kendaraan Roda Dua Dialihkan ke Tol

    Oleh : erika23 Februari 2018 21:10
    INILAH, Cirebon- Perjalanan sejumlah kereta api (KA) yang melintasi Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon sempat lumpuh total akibat luapan Sungai Cisanggarung yang merendam jalur KA. Di jalur pantura, Polres Cirebon sempat memberlakukan pengalihan arus kendaraan, termasuk kendaraan roda dua, ke dalam tol.

    Tingginya intensitas hujan mengakibatkan Sungai Cisanggung meluap pada Jumat (23/2) dini hari atau pukul 00.33 WIB dan membanjiri daerah sekitar, termasuk jalur KA antara Stasiun Ketanggungan-Stasiun Ciledug. Banjir di jalur KA tersebut pertama kali diketahui warga yang segera mengabarkan kepada petugas Stasiun Ciledug.

    Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, Krisbiyantoro mengungkapkan, tak lama setelah mendapat laporan warga atau pukul 00.44 WIB, pihaknya mulai membatasi kecepatan KA menjadi 10 km/jam pada jalur hulu (jalur menuju Jawa) dan 20 km/jam pada jalur hilir (jalur menuju Jakarta). Pada pukul 02.45 WIB, baik jalur hulu maupun hilir dinyatakan tak dapat dilewati KA

    "PT KAI (Persero) mohon maaf atas keterlambatan yang terjadi," ungkapnya.

    Untuk pelayanan penumpang, pihaknya melakukan rekayasa pola operasi overstapen (diantar menggunakan bus). Pola ini di antaranya berdampak terhadap penumpang sejumlah KA, di antaranya KA 62 dan KA 64 (Tegal Bahari) yang seharusnya berakhir di Stasiun Tegal, akibat banjir harus berakhir di Cirebon; Untuk KA 210 (Tegal Ekspres) tujuan Stasiun Tegal berakhir di Stasiun Prujakan, Cirebon.

    Sedangkan KA 63 dan KA 65 (Tegal bahari) yang seharusnya berangkat dari Stasiun Tegal akhirnya diberangkatkan dari Stasiun Cirebon. Demikian juga KA 210 (Tegal Ekspres) pemberangkatan awal dari Stasiun Prujakan, Cirebon.

    "Untuk penumpang KA 1 (Argo Anggrek) tujuan Stasiun Gambir, penumpang dipersilakan turun di Stasiun Tanjung. Kemudian para penumpang diangkut bus (overstapen) ke Stasiun Cirebon untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan dengan KA 2 (Argo Anggrek)," papar Kris, Jumat (23/2).

    Untuk penumpang KA 122 (KA Sawunggalih) relasi Pasar Senen-Kutoarjo, penumpang dipersilakan turun di Stasiun Cirebon. Mereka kemudian diangkut bus (overstapen) ke Stasiun Tegal untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Stasiun Kutoarjo dengan KA 121 (KA Sawunggalih).

    Rekayasa yang sama juga diberlakukan untuk arah sebaliknya, di mana penumpang KA 121 (KA Sawunggalih) dipersilakan turun di Stasiun Tegal. Mereka kemudian diangkut bus ke Stasiun Cirebon untuk melanjutkan perjalanan ke Stasiun Pasar Senen dengan KA 122 (KA Sawunggalih).

    Penumpang KA 7 (KA Argo Lawu) di Stasiun Prupuk overstapen ke Stasiun Cirebon, kemudian melanjutkan perjalanan dengan KA 10 (KA Dwipangga). Sebaliknya, penumpang KA 10 (KA Argo Dwipangga) di Stasiun Cirebon overstapen ke Stasiun Prupuk dengan KA 7 (KA Argo Lawu).

    "Penumpang KA 52 (KA Taksaka) di Stasiun Cirebon overstapen ke Stasiun Prupuk dengan KA 51 (KA Taksaka). Sebaliknya, penumpang KA 51 (KA Taksaka) di Stasiun Prupuk overstapen dengan KA 52 (KA Taksaka)," imbuhnya.

    Dia mengatakan, bagi para pengguna jasa KA yang hendak membatalkan perjalanan dengan tiket yang telah dibeli, pihaknya akan mengembalikan bea 100% untuk KA-KA yang terdampak banjir di wilayah tersebut. Proses pembatalan tiket dapat dilakukan di stasiun keberangkatan penumpang atau di stasiun lain yang melayani pembatalan dan pengambilan bea tiket.

    "Batas maksimal pengembalian bea sampai tiga hari setelah jadwal kedatangan KA," cetusnya.

    Sementara ini, KAI berupaya mempercepat upaya proses pemulihan dan perbaikan jalur KA Ciledug-Ketanggungan dengan menambah material batu balas. Dia menyebutkan, pada pukul 16.50 WIB jalur hulu (barat ke timur) antara Ciledug-Ketanggungan sudah bisa dilewati dengan kecepatan 5 kilometer/jam.

    "KA pertama yang berhasil melintas yakni KA 174 (Gayabaru Selatan)," ujarnya.

    Sementara itu, banjir akibat luapan Sungai Cisanggarung membuat jalur arteri pantura tak bisa dilalui kendaraan. Polres Cirebon pun memberlakukan rekayasa lalu lintas bagi pengendara dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dengan mengalihkan kendaraan ke dalam tol, termasuk kendaraan roda dua.

    "Jalur pantura Brebes sudah tak bisa dilintasi, maka termasuk kendaraan roda dua dialihkan via tol dari Brexit (Brebes)-pintu tol Ciledug, Kabupaten Cirebon," kata Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samodra, Jumat (23/2) petang.

    Dia menyebutkan, jalur yang dilintasi 15 km dengan pengawalan Ditlantas Polda Jateng kolaborasi dengan Ditlantas Polda Jabar dan Polres Cirebon. Namun begitu, dengan alasan keamanan, sekitar pukul 18.30 WIB kepolisian menaikkan kendaraan roda dua dari Jateng ke atas truk-truk untuk kemudian keluar di pintu Tol Kanci, Kabupaten Cirebon.

    Untuk ini, Polres Brebes akan berkoordinasi dengan pengguna jalan yang mengendarai roda dua. Polres Cirebon sendiri hanya menunggu aliran arus kendaraan dan mengamankan jalur yang dilintasi. Lebih jauh dia mengimbau, pengendara tetap tenang dan tertib dalam berkendara demi keselamatan.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT