• Miras Beredar di Tempat Hiburan Malam, Kinerja Satpol PP Disoal

    Oleh : Asep Mulyana25 Februari 2018 15:57
    INILAH, Purwakarta - Kabupaten Purwakarta, saat ini mungkin menjadi salah satu tujuan investor untuk membuka peluang usaha. Kondisi ini terjadi, seiring meningkatnya perkembangan industri ditambah kondisi infrastruktur di wilayah itu sudah cukup memadai.

    Usaha yang dilirik para investor itu, ‎salah satunya di bidang hiburan malam. Tak heran, jika saat ini keberadaan tempat hiburan malam (THM) di wilayah ini berkembang pesat bak jamur di musim hujan. Sebut saja salah satunya, tempat karaoke dan cafe.

    Sayangnya, keberadaan sebagian besar THM ini‎ disinyalir masih belum mengikuti aturan daerah yang dikeluarkan pemkab setempat. Selain banyak yang tak berizin, masyarakat menduga keberadaan THM ini menjadi lokasi yang rentan dengan hal berbau negatif.

    Pasalnya, ada sebagian THM ini diduga menjual minuman memabukan berbagai golongan dengan kadar alkohol dari mulai 5 persen, hingga lebih dari 40 persen. Kemudian, para pengelola pun menyediakan wanita muda berpakaian seksi. Mereka, diberdayakan menjadi pemandu lagu atau Ladies Companion (LC).

    Sebenarnya, sejauh ini Pemkab Purwakarta belum pernah mengeluarkan izin untuk jenis usaha tersebut. Bahkan, kabarnya belum ada regulasi khusus untuk THM seperti ini. Tempat karaoke di wilayah ini, ‎biasanya mulai beroperasi dari pukul 14.00 WIB dan berakhir pukul 03.00 WIB.

    Akhir pekan kemarin, INILAH mencoba menelusuri kebenaran tentang kabar negatif yang beredar di masyarakat itu dengan mendatangi langsung salah satu tempat karaoke yang lokasinya di sekitar Jalan Veteran. Aruni Karaoke Keluarga, begitulah nama THM tersebut.

    Benar saja, sejak pintu masuk tempat karaoke itu pengunjung sudah disuguhi dengan pemandangan wanita berbaju sexy yang berjejer di sofa lobi. Petugas resepsionis pun tak sungkan lagi menawari tamu yang ingin ditemani para LC itu.

    "Silahkan pak, mau room yang mana?," ujar salah seorang petugas resepsionis itu menyapa pengunjung.

    Selain menawari LC yang siap menemani tamu dan bertarif Rp 100 ribu per jam, petugas resepsionis juga menawari makanan dan minuman yang ada di tempat hiburan itu. Saat ditanya, ternyata di THM ini juga tersedia minuman berkadar alkohol tinggi. Semisal, jenis Chivas Regal.

    "Ada pak, harganya sekitar Rp 1,5 juta," jelas dia menambahkan.

    Menanggapi hasil penelusuran ini, Ketua LSM Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta, ‎Hikmat Ibnu Aril menilai, pemerintah harus segera bertindak tegas. Karena, menurutnya, sesuai fakta di lapangan ternyata jenis usaha karaoke keluarga ini tak lebih semacam club malam.

    "Pengawasan dari pemerintah harus diperketat. Jangan sampai, berbanding terbalik dengan aturan pemerintah. Di satu sisi ingin memutus mata rantai peredaran miras, di sisi lain petugasnya seperti menutup mata," seloroh dia.

    Dia berpendapat, seharusnya sebelum ada regulasi yang meng‎atur, jangan ada dulu THM seperti itu. Karena, dikhawatirkan akan mendidik masyarakat menjadi kurang baik. Dia berharap, pemerintah bisa segera bertindak tegas menyikapi kondisi tersebut.

    "Jika memang tempat hiburan malam seperti karaoke dan sejenisnya‎ harus ada di Purwakarta, sebaiknya segera dibuat regulasi yang mengatur," imbuh dia.

    Pihaknya juga berharap, MUI‎ bisa berperan aktif menyikapi hal tersebut. Begitu pun dengan Satpol PP yang dalam hal ini sebagai penegak perda.

    "Kan ada Perda K3. Mungkin itu bisa jadi acuan untuk melakukan penindakan. Jika mereka (THM) terbukti menjual miras secara bebas, ya segera ditindak. Jangan cuma berani menindak para tukang jamu saja,"‎ cetus dia.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT