• Headline

    Kabupaten Cirebon Siaga Banjir Hingga Maret

    Oleh : erika25 Februari 2018 20:42
    INILAH, Cirebon- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menetapkan status darurat banjir hingga Maret mendatang. Setidaknya 14 kecamatan di kabupaten ini terendam banjir.

    Diketahui, Pemkab Cirebon telah menerapkan status darurat banjir sejak 9 Februari 2018. Status ini diperpanjang hingga 12 hari ke depan sejak Jumat (23/2) lalu.

    Ke-14 kecamatan yang terpetakan darurat banjir di antaranya Pasaleman, Ciledug, Losari, Waled, Gebang, Pabedilan, Plumbon, Pabuaran, dan Tengah Tani. Padahal semula, daerah yang termasuk darurat banjir hanya sembilan kecamatan.

    Pelaksana Tugas Bupati Cirebon, Selly Andriyani Gantina mengungkapkan, banjir yang melanda tak lepas dari letak geografis Kabupaten Cirebon yang berada di bawah kaki Gunung Ciremai. Gunung ini dikenal masih aktif sehingga tak heran bila kemudian tanah selalu bergerak.

    "Akibatnya tanah menjadi labil dan ini berpengaruh pada Cirebon, antara lain bisa terjadi longsor juga," katanya.

    Pemkab Cirebon pun sudah berkoordinasi dengan Pemkab Kuningan terkait banjir dari hulu sungai yang berasal dari Kuningan. Selain itu, maraknya galian C di wilayah hulu di Kuningan menyebabkan resapan air hujan yang seharusnya ditangkap tanah tidak terjadi.

    Selly mengklaim telah membahas persoalan ini, namun Pemkab Kuningan diakuinya kesulitan menertibkan galian C tersebut. Menurutnya, kondisi itu berkaitan dengan wilayah konservasi yang kewenangannya berada di tangan pemerintah pusat.

    Selain Gunung Ciremai, Kabupaten Cirebon sendiri 'dikepung' 500 anak sungai yang berasal dari 16 Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk Cisanggarung. Ketika seluruh anak sungai meluap, Kabupaten Cirebon pun terendam banjir.

    Dia juga sempat menyoroti revisi Peraturan Daerah Ruang Tata Rencana Wilayah yang belum diterima Pemkab Cirebon hingga kini. Pemkab Cirebon sendiri berencana mengevaluasi salah satu item yang akan dimasukkan dalam revisi itu berupa penambahan zona industri menjadi 10 ribu hektar dari semula hanya 2 ribu hektar di kawasan timur Cirebon.

    "Kami akan lihat penambahan zona industri ini akan mengubah eksisting lahan atau tidak," imbuhnya.

    Persoalan lain terkait peran Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC) yang belum menormalisasi sejumlah sungai yang termasuk kewenangan BBWSCC. Untuk ini, dia berjanji akan berkoordinasi dengan BBWSCC secepatnya.

    Di sisi lain, Pemkab Cirebon sendiri rupanya belum memastikan nilai kerugian akibat banjir. Selly menyatakan, masih menghitung kerugian infrastruktur akibat banjir.

    Infrastruktur terakhir yang rusak akibat banjir yakni Jembatan Cikaroya di Desa Gemulung Lebak, Kecamatan Greged, yang terputus pada Jumat (23/2) malam. Pihaknya masih menunggu laporan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terkait kerugian Pemkab Cirebon akibat infrastruktur yang rusak.

    "Tak hanya jembatan, jalan-jalan yang masuk kewenangan Pemkab Cirebon pun rusak akibat banjir yang terus merendam berbagai kecamatan," tandasnya.

    Sementara itu, Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Infanteri Veri Sudijanto Sudin, meninjau lokasi bencana banjir dan tanah longsor didampingi Komandan Kodim 0615/Kuningan, Letkol Infanteri Daru Cahyadi Soeprapto dan Kapolres Kuningan, AKBP Yuldi Yusman, meninjau lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibereum, Kabupaten Kuningan, Minggu (25/2).

    Veri mengaku prihatin melihat kerusakan akibat bencana alam itu. Dia pun menyatakan telah memerintahkan komandan kodim untuk terus membantu masyarakat dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait.

    "Bantuan harus sampai ke masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.

    Dia pun meminta masyarakat yang tertimpa musibah untuk bersabar dan mengikuti arahan dari para petugas di lapangan. Tak lupa dia mengingatkan masyarakat agar tak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang tak jelas sumbernya.

    Komandan Kodim 0615/Kuningan, Letkol Infanteri Daru Cahyadi Soeprapto dalam kesempatan itu menyatakan, Kuningan siaga bencana dan tanggap darurat di koramil-koramil yang terjadi bencana. "Sesuai arahan komandan korem, seluruh jajaran Kodim 0615/Kuningan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," janjinya.

    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mendata, sedikitnya 14 desa di delapan kecamatan di Kabupaten Kuningan dilanda bencana banjir dan longsor hingga pergerakan tanah. Lebih dari 2.500 jiwa atau 427 kepala keluarga (KK) mengungsi ke balai desa maupun balai kampung hingga desa tetangga.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT