• Pelayanan dan Pembangunan Purwakarta Bikin Pj Bupati Geleng-geleng Kepala

    Oleh : Asep Mulyana18 Maret 2018 16:35
    fotografer: Asep Mulyana
    INILAH, Purwakarta - Pascadilantik menjadi Penjabat (Pj) Bupati Purwakarta, M Taufik Budi Santoso, langsung tancap gas. Sejumlah kegiatan mulai dilakukannya. Semisal, mengunjungi dinas dan OPD yang ada, hingga mengecek hasil pembangunan bupati sebelumnya.

    Seperti yang dilakukannya akhir pekan kemarin, Taufik memanfaatkan momen tersebut untuk berkeliling Purwakarta. Tujuannya, tak lain untuk menginventariasi persoalan yang ada di masyarakat.

    Kunjungan pertamanya, yakni Kantor KPU setempat. Tujuannya ke kantor lembag penyelenggara pemilu itu tak lain untuk mengecek kesiapan Pilkada Purwakarta.

    Tak lama di kantor KPU, Taufik melanjutkan perjalannya menuju RSUD Bayu Asih. Di lokasi kedua ini, dia melakukan inspeksi mendadak dan meninjau gedung baru yang baru saja diresmikan oleh mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

    "Cuma kunjungan biasa, sekaligus ingin menginventarisir masalah dan mencari solusinya. Sejauh ini, saya lihat belum ada masalah, tinggal aspek peningkatan saja," ujar Taufik.

    Untuk RSUD Bayu Asih sendiri, Taufiq menilai pelayanan dan fasilitas kesehatan di rumah sakit ini cukup baik. Apalagi, soal program pembebasan biaya pengobatan untuk rakyat miskin. Dalam hal ini, dirinya merasa terkesan.

    "Saya lihat, pelayanan di RS Bayu Asih sudah sangat baik karena standarnya sudah nasional, baik pelayanan maupun fasilitas kesehatan," kata dia.

    Meski begitu, alumni University of Birmingham tersebut masih menemukan satu kekurangan di rumah sakit plat merah ini. Yakni di sektor keuangan. Menurut dia, biaya operasional RSUD Bayu Asih harus ditambah.

    "Ada sisi kekurangan yakni sektor keuangan. Tentunya, kami sebagai penjabat baru akan menyelesaikan kekurangan tersebut dalam waktu cepat," tegasnya.

    Tak ingin berlama-lama di rumah sakit, pria yang juga alumni Institut Teknologi Bandung itu langsung beranjak menuju TPA Cikolotok. Tempat pembuangan akhir sampah tersebut berlokasi di Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta.

    Senada dengan penilaiannya terhadap pelayanan di RSUD Bayu Asih, M Taufiq juga menyebut open dumping system di TPA Cikolotok sangat baik. Meskipun, ia mengatakan ada sistem sanitary land yang lebih modern akan tetapi butuh investasi sangat besar.

    "Pengelolaan sampah di sini juga sudah baik ya. Meskipun masih sistem open dumping, tapi sudah terkelola dengan sistematis. Ada memang sanitary land yang lebih bagus, tapi butuh biaya besar. Kalau melihat posisi sekarang, dinas terkait tinggal menambah armada sampah dan eskavator," katanya.

    Sanitary land atau tepatnya sanitary landfill merupakan cara pengelolaan sampah dengan menimbun, memadatkkan dan menguburnya dengan tanah. Biasanya, sampah tersebut dikumpulkan di sebuah lahan cekung untuk mempermudah prosesnya.

    Belum puas meninjau TPA Cikolotok, Taufiq rupanya masih penasaran dengan hasil pembangunan pendahulunya di Purwakarta. Sebelum bertolak ke rumah dinas, dirinya terlebih dahulu berkunjung ke Bale Indung Rahayu di Jalan RE Martadinata, Purwakarta.

    Salah satu museum diorama digital tersebut menceritakan kisah anak manusia dari mulai dalam kandungan ibu hingga dewasa. Di museum tersebut juga diceritakan perjuangan seorang ibu saat membesarkan anak-anaknya.

    Setelah berkeliling, Taufiq kembali mengungkapkan kesan mendalam tentang pembangunan di Purwakarta. Baginya, pembangunan yang sudah dilakukan ternyata tidak hanya mengedepankan fisik tetapi juga memperhatikan aspek mental manusia.

    Ke depan, Taufiq berjanji akan meningkatkan tingkat promosi tempat-tempat wisata sejenis. Hal ini dilakukan agar para wisatawan semakin banyak berkunjung ke Purwakarta.

    "Konsep museum ini luar biasa. Ini mencerminkan kehidupan orang Sunda sejak dalam kandungan hingga dewasa. Saya melihat tadi juga digambarkan perjuangan seorang ibu. Ke depan, promosinya kita tingkatkan," pungkasnya.[jek]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT