• Headline

    Pemilik Gudang Sarang Burung Walet Janji Bertanggung Jawab

    Oleh : erika17 April 2018 19:49
    INILAH, Cirebon- Pasca robohnya gudang bekas sarang burung walet yang menewaskan tujuh orang, seluruh tembok gudang yang tersisa akhirnya diratakan dengan tanah. Olah tempat kejadian perkara (TKP) pun dilakukan, sementara pemilik gudang bersedia bertanggung jawab.

    Sisa tembok eks gudang sarang burung walet di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, setinggi sekitar lima meter dirobohkan paksa menggunakan alat berat, Selasa (17/4). Sebelumnya, ketinggian tembok mencapai sekitar sepuluh meter. Selain merubuhkan sisa tembok yang roboh, Tim Puslabfor Mabes Polri pun masih melakukan olah TKP.

    Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samodra mengungkapkan, tembok yang masih tersisa sengaja dirobohkan untuk menghindari terulang insiden serupa. Dia mengakui, secara kasat mata, gudang bekas sarang burung walet itu sudah tua.

    "Penyidik masih bekerja menggali di lokasi supaya untuk menemukan petunjuk agar kasus ini terang benderang," katanya.

    Sejauh ini, sejumlah saksi telah dimintai keterangan terkait robohnya bangunan itu. Saksi tersebut di antaranya dua orang yang berhasil menyelamatkan diri dari dalam sanggar yang tertimpa tembok gudang, saksi yang pertama kali membantu pasca kejadian, tetangga, maupun pemilik gudang.

    Anak dari pemilik gudang bekas sarang burung walet, Koko Dinata mengakui, bangunan tersebut sempat dimanfaatkan sebagai penangkaran sarang burung walet milik orangtuanya. Namun, 5-7 tahun terakhir, gudang itu tak digunakan karena tak lagi dijadikan lokasi bersarang para burung walet.

    "Saya sendiri tidak pernah tinggal disini, saya tinggal di Jakarta," katanya.

    Dalam kesempatan itu, dia menjamin pihak keluarga akan memberikan santunan bagi para korban sebagai bentuk dukacita. Namun begitu, dia mengatakan, belum mengomunikasikan hal ini kepada keluarga korban dengan alasan masih dalam suasana berkabung.

    "Kami akan memberikan santunan untuk korban," janjinya.

    Diberitakan sebelumnya, sedikitnya tujuh orang tewas akibat tertimpa reruntuhan gudang bekas sarang burung walet di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (16/4) sekitar pukul 10.30 WIB. Reruntuhan bagunan tersebut menimpa sebuah sanggar yang berada bersisian.

    Dari tujuh korban tewas, diketahui enam orang pelajar SMP dan seorang lainnya merupakan pelatih. Selain korban tewas, tercatat pula satu pelajar terluka parah dan seorang lainnya luka ringan.

    Sementara, dua pelajar lain selamat karena saat kejadian berada di dekat pintu sanggar dan berhasil menyelamatkan diri. Sebagian besar korban merupakan siswa SMP Negeri 1 Gegesik dan SMP Negeri 3 Gegesik yang tengah latihan kesenian diiringi gamelan untuk pertunjukan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional pada Mei mendatang.[jek]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT