• Headline

    Pulihkan Mental Pelajar yang Terlibat Tawuran, Disdik akan Libatkan Psikolog

    Oleh : Asep Mulyana22 April 2018 12:31
    INILAH, Purwakarta - Prilaku menyimpang yang dilakukan belasan pelajar sekolah dasar (SD) di Kabupaten Purwakarta, secara tidak langsung menjadi sebuah pukulan keras bagi Dinas Pendidikan setempat.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto menyayangkan adanya kejadian tak terpuji seperti ini. Dalam hal ini, pihaknya berharap masyarakat bisa bijak dalam menyikapi persoalan tersebut.

    Jajarannya pun, segera bertindak cepat untuk mencari tahu akar persoalan yang menyebabkan para siswa tersebut membawa senjata tajam.

    "Persoalan ini akan kami tangani sampai tuntas. Justru, yang perlu diperhatikan adalah kondisi psikologi anak-anak ini. Karena, menyangkut masa depan mereka juga," ujar Purwanto akhir pekan kemarin.

    Untuk itu, pihaknya pun akan mendatangkan psikolog untuk menangani permasalahan ini. Rencananya, psikolog tersebut akan diundang pasa pekan depan, atau setelah para siswa ini telah mengikuti ujan sekolah.

    "Kita akan datangkan psikolog. Selain itu, kami juga akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk menangani kondisi anak pasca kejadian tersebut," tambah dia.

    Sementara itu, Ketua KPAI Kabupaten Purwakarta, Nur Aisyah Jamil juga berpendapat sama. Fokus jajarannya pasca kejadian tersebut, yakni mencari tahu sumber yang memfasilitasi senjata tajam kepada mereka. Kemudian, melakukan upaya pemulihan mental anak-anak tersebut. Termasuk, melakukan pendampingan hukum.

    "Orang yang memfasilitasi mereka ini yang harus pertama dibidik," tegas dia.

    Dia menambahkan, anak-anak itu harus diisolasi terlebih dulu. Supaya, mentalnya bisa dipulihkan. Ini menjadi tugas KPAI untuk bagaimana memulihkan mental mereka. Supaya, mereka mampu beradaptasi kembali dengan lingkungan dan bagaimana mereka bisa melakukan tugasnya sebagai anak-anak.

    "Mereka harus mendapatkan haknya, hak pendidikan, hak perlindungan hukum, hak damai. Dan saya tidak mau orang lain membulat mereka, karena itu akan membuat trauma berkepanjangan," tegas dia.[jek]

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT