• Disdik dan SGE Siapkan Siswa Jabar Layak Bekerja di Jepang

    Oleh : Dery Fitriadi Ginanjar04 Mei 2018 16:20
    fotografer: Dery Fitriadi Ginanjar
    INILAH, Bandung - Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar menggandeng Sentra Global Edukasi (SGE) untuk menyiapkan lulusan SMA/SMK siap bekerja di Jepang. Program tersebut untuk memperkuat program magang sebelumnya.

    Menurut Kepala Disdik Jabar Ahmad Hadadi, selama ini progran magang kepada siswa kurang memiliki dampak positif kepada lulusannya. Program magang terkesan memanfaatkan siswa sebagai pekerja gratisan.

    "Magang hanya pekerja gratisan. Tidak ada unsur edukasi. Karena itu, kita gandeng SGE yang punya link ke pemerintahan dan dunia usaha di Jepang untuk menyalurkan siswa sebagai pekerja," kata Hadadi saat ditemui di kantornya, Jumat (4/5/2018).

    Hadadi menyatakan, Disdik Jabar dan SGE sudah menjalin komunikasi dan komitmen penempatan siswa Jabat dengan Pemeruntah Okayama dan raksasa industri Jepang yakni Fujitsu. Para siswa terpilih langsung bekerja dalam bidang kompetensi masing-masing.

    "Perusahaan di Jepang akan memberikan kesempatan kepada para pelajar Jabar dengan standardisasi mereka. Bukan sekadar magang, tapi ada jaminan diserap.

    Hadadi menyatakan, sesuai amanat inpres no 9/2016, pemerintag perlu memperkuat pendidikan vokasional. Salah satu keunggulannya adalah teaching vactory atau ada pembelajaran industri.

    "Dengan asing, kita punya Jepang dan Fujitsu, selain negara lainnya. Perusahaan merekrut tenaga yqng punya kapasitas, intelektual, dihargai, tidak hanya 1 atau 2 tahun. Pemerintah Okayama memberikan jaminan kepada anak-anak Jabar yang studi di sana secara aman. Sebelum pergi, para siswa ini dibekali tips mandiri sehingga saat di jepang tidak mengandalkan orangtua. Bahkan bisa sambil bekerja part time dan cari bekal hidup atau kuliah," bebernya.

    Mantan Kadis Perikanan dan Kelautan Jabar ini menyatakan, Disdik Jabar dan SGE sudah mengunjungi Okayama dan perusahaan Fujitsu pada awal Maret 2018 lalu. Pihak setempat merespons positif dengan syarat bisa menyeimbangkan dengan kompetensi orang Jepang.

    "Sebelum studi, ada semacam pra kondosi. Poinnya anak-anak punya kompetensi sesuai kebutuhan industri. Kami minta membuka diri kepada SMK Jabar utk link and match berupa teaching factory. Soalnya Fujitsu ini butuh karyawan yang diharapkan bisa menyerap anak-anak Jabar. Kita seimbangkan dengan kurikulum, pembelajaran. Di sana paling banyak menyerap bidang IT multimedia," ungkapnya. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT