• Headline

    Dua Terduga Teroris Diamankan di Cirebon

    Oleh : erika18 Mei 2018 00:39
    INILAH, Cirebon- Dua orang terduga teroris diamankan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Cirebon, Kamis (17/5). Keduanya langsung dibawa ke Jakarta guna pemeriksaan lebih lanjut.

    Kedua terduga teroris yang diamankan yakni dua pria, masing-masing berinisial S dan H. Mereka diamankan di dua lokasi berbeda, di mana S diamankan di Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, sedangkan H diamankan di Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

    Penangkapan dilakukan Densus bersama aparat Polda Jawa Barat dan Polres Cirebon maupun Polres Cirebon Kota. Penangkapan itu pun dipastikan Kapolda Jabar, Irjen Polisi Agung Budi Maryoto yang menyebutkan, dua warga Cirebon dibekuk tim Densus 88.

    "Densus tangkap dua orang, pertama (inisial) S di Jemaras kidul, Kabupaten Cirebon, dan seorang lagi (inisial) H di Kota Cirebon," jelasnya.

    Baik S dan H sendiri, menurut Agung, diduga terkait jaringan JAD. Keduanya ditangkap setelah pengembangan kasus di Tambun, Bekasi, beberapa waktu lalu.

    Agung menerangkan, satu dari dua pelaku yakni S diamankan di sebuah rumah kontrakan. Diketahui, rumah tersebut merupakan sebelumnya pernah ditempati pelaku bom Thamrin, Jakarta, (2016), berinisial J.

    Dari penangkapan itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya aki mobil, tali tambang, dan barang lain dalam tas. Pasca penangkapan, imbuhnya, kedua pelaku pun langsung dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Terduga S sendiri sehari-hari diketahui kerap berjualan cilok. Dia diketahui diamankan ketika sedang mengisi air untuk berjualan di sekitar kantor Kecamatan Klangenan.

    "Saya melihat S diamankan dan langsung dibawa polisi. Dia sehari-hari berjualan cilok bersama istrinya," ungkap salah seorang warga yang sempat melihat penangkapan S, Warni.

    S dikenal Warni termasuk yang jarang bergaul sehingga banyak orang tidak tahu detail identitasnya. Terduga sudah tinggal selama setahun di rumah kontrakan di desa tersebut, yang lokasinya tak jauh dari Kantor Kecamatan Klangenan.

    Senada dengan Warni, warga lainnya, Saeti justru mengaku tak mengetahui nama terduga teroris yang ditangkap Densus. "Saya warga sini, tapi kami tidak tahu namanya. Suami (S) dan istrinya itu tertutup, yang kami tahu dia penjual makanan yang keliling berangkat pagi pulang sore," katanya.

    Penggeledahan rumah kontrakan S pun dijaga ketat aparat kepolisian, dilengkapi sejumlah kendaraan lapis baja. Aksi itu sendiri mendapat perhatian ratusan warga sekitar yang mencoba melihat penggeledahan dari dekat.

    Tags :
    # #


    Berita TERKAIT