• Headline

    Plat Sambungan Rel Diduga Dicuri, Dua Perjalanan KA Terganggu

    Oleh : erika18 Mei 2018 10:44
    INILAH, Cirebon- Perjalanan dua kereta api (KA) di antara Stasiun Pegadenbaru-Cipunegara, Kabupaten Subang, sempat terganggu akibat hilangnya plat sambung rel diduga akibat dicuri, Jumat (18/5).

    Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Krisbiyantoro menyebutkan, hilangnya plat sambung rel diketahui petugas pemeriksa jalan (PPJ) pada Jumat dini hari atau pukul 04.45 WIB. Kejadian itu dianggap membahayakan perjalanan KA sehingga dilaporkan kepada pihak kepolisian.

    "PPJ menemukan rel yang seharusnya ada plat sambungnya, sudah hilang pada bagian kanan dan kiri di KM 130+6/7 antara Pegadenbaru-Cipunegara," terangnya, Jumat (18/5).

    Temuan itu pun dilaporkan petugas ke stasiun yang segera merespon untuk pelayanan KA dilewatkan jalur lainnya. Akibat kejadian itu, perjalanan dua kereta barang petikemas terganggu yakni KA 2506 dan KA 2504.

    "Kalau dipaksakan jalan dengan kondisi plat sambung rel hilang, rel akan bisa bergeser dan ujung dengan ujung rel tidak presisi. Bisa terjadi anjlog dan kalau kecepatan tinggi dimungkinkan terguling," ungkap Kris.

    Pihaknya menduga, plat sambung rel hilang dicuri, karena enam baut yang terikat dengan rel tersebut raib. Aksi pencurian berpotensi dilakukan pihak-pihak tak bertanggungjawab yang hendak mengambil keuntungan dari besi yang dicuri itu.

    Sejauh ini, imbuh Kris, petugas bagian jalan rel telah menindaklanjutinya dengan mengganti plat sambung dan selesai pukul 05.50 WIB. Dengan begitu, KA dinyatakan aman melintasi titik tersebut dengan kecepatan normal.

    Pihaknya lebih jauh menyayangkan kejadian semacam ini karena membahayakan keselamatan perjalanan KA, terutama pada KA dengan jumlah penumpang yang tak sedikit.

    PT KAI (PERSERO) khususnya Daop 3 Cirebon pun mengimbau masyarakat turut menjaga aset negara berupa sarana dan prasarana Perkeretaapian Indonesia.

    "Untuk wilayah Daop 3 Cirebon, ini kejadian pertama kali," ujarnya.

    Dia menambahkan, ancaman gangguan perjalanan KA kebanyakan terjadi akibat faktor eksternal. Ancaman lain di antaranya kendaraan mogok di perlintasan, pelemparan batu yang dimungkinkan mengenai masinis di lokomotif atau bahkan penumpang hingga menyebabkan luka permanen, pembuatan 'bakalan' perlintasan sebidang, maupun berkegiatan di area jalur.

    "Ada pula indikasi sabotase, seperti pencurian penambat rel, baut plat sambung, plat sambungnya, hingga relay yang ada di box yang terletak di pinggir jalur," tandasnya.

    Sementara itu, salah seorang calon penumpang KA, Lilis asal Kabupaten Indramayu mengungkapkan kekhawatirannya atas kabar hilangnya plat sambung rel.

    Meski saat ini kejadian itu telah diatasi dan dilaporkan ke kepolisian, ibu dua anak ini menyesalkan masih adanya orang yang tak bertanggungjawab.

    "Khawatir kalau sampai akibatnya mengganggu perjalanan KA berpenumpang, kan bahaya, taruhannya banyak nyawa. Saya harap kepolisian menindak pelakunya supaya tak terjadi insiden yang tak diinginkan," paparnya.

    TAG :


    Berita TERKAIT