• Headline

    Ini Alasan Al-Quraniyah Tarawih 23 Rakaat Hanya Enam Menit

    Oleh : erika25 Mei 2018 14:49
    INILAH, Indramayu- Salat sunah tarawih yang digelar di Ponpes Al-Quraniyah, Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, bisa sebagai salat tarawih tercepat di dunia. Salat tarawih dan salat witir 23 rakaat di sana hanya berlangsung enam menit.

    Direktur Ponpes Al-Quraniyah, Azun Mauzun menyebutkan, salat tarawih kilat yang dilaksanakan di ponpes pimpinannya itu telah berlangsung sejak hampir sepuluh tahun terakhir.

    Hanya, pada tahun-tahun sebelumnya, salat tarawih kilat membutuhkan waktu tujuh menit.

    Baru pada Ramadhan tahun inilah salat tarawih kilat berlangsung sekitar semenit lebih cepat yakni hanya enam menit.

    Menurutnya, salat tarawih kilat itu dimaksudkan untuk merangkul generasi muda agar melaksanakan salat tarawih selama bulan suci.

    Dia mengatakan, tak sedikit generasi muda muslim yang malas salat tarawih dan witir dengan alasan memakan waktu lama mengingat jumlah rakaatnya yang mencapai 23 rakaat.

    Lain halnya dengan kalangan orang tua di sekitar ponpes yang lebih memilih salat tarawih di masjid atau musala lain. Dengan waktu yang lebih cepat, salat tarawih diakuinya membutuhkan stamina yang cukup kuat yang belum tentu dimiliki semua kalangan orang tua.

    "Salat tarawih di sini memang 100% diikuti anak-anak muda yang berusia rata-rata di bawah 35 tahun," katanya.

    Dia menjelaskan, kecepatan salat tarawih yang dicapai di ponpes itu karena pelaksanaannya hanya mengambil yang rukun-rukun saja. Khusyuk atau tidaknya jamaah yang mengikuti salat, pihaknya mengembalikan pada niat pribadi masing-masing.

    "Khusyuk dan tidaknya shalat tarawih tergantung pribadi dan hati masing-masing," tandasnya.

    TAG :


    Berita TERKAIT