• Headline

    Unggah Meme, Oknum ASN di Kota Cirebon Dipanggil Panwaslu

    Oleh : erika03 Juni 2018 20:57
    INILAH, Cirebon- Diketahui kerap mengunggah meme bernada kampanye salah satu pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Cirebon di media sosial, seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon harus berurusan dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cirebon.

    Panwaslu diketahui melayangkan panggilan pada seorang ASN di Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kota Cirebon berinisial IN.

    Meski sempat mangkir pada panggilan pertama pada Jumat (1/6), IN akhirnya memenuhi panggilan untuk permintaan klarifikasi pada Sabtu (2/6).

    Sedianya, IN hendak dimintai klarifikasi setelah sikapnya diduga tak netral dalam Pilkada Kota Cirebon 2018. Panwaslu mengetahui, IN gemar mengunggah meme bernada kampanye salah satu paslon wali kota dan wakil wali kota pada akun facebooknya.

    Tak hanya IN, Panwaslu juga memanggil‎ Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Hanry David. Hanry dikonfirmasi terkait IN. Sebelum menduduki jabatan di DPUPR, Hanry diketahui pernah menjadi pimpinan di salah satu bidang pada BP4D tempat IN bekerja kini.

    Ketua Panwaslu Kota Cirebon, Susilo Waluyo menyatakan, sejauh ini setidaknya tiga orang sudah dipanggil guna mendalami dugaan keterlibatan IN dalam politik praktis menjelang Pilkada Kota Cirebon. Selain Hanry, pihaknya memanggil pula seorang pria berinisial H dan G, terkait IN.

    "H merupakan orang yang pertama kali menyampaikan soal IN kepada panwaslu," ungkap Susilo.

    Namun, kala itu status IN belum jelas. Panwaslu hanya mengetahui kemungkinan keberpihakan IN terhadap salah satu paslon.

    Menurut Susilo, H sendiri mengetahui informasi dugaan keberpihakan IN dari seorang temannya berinisial G. Susilo memastikan, baik H dan G bukanlah ASN.

    Sementara, pihaknya memanggil Hanry setelah mengetahui hubungan pertemanannya dengan G sebagai informasi awal. G sempat menanyakan kepada Hanry mengenai status kepegawaian IN.

    "Pak David (Hanry) diklarifikasi karena G kenal dekat dengan beliau (Hanry). Kami tanya beliau (Hanry), apakah IN berstatus ASN atau bukan," kata Susilo lagi.

    Dari jawaban Hanry, panwaslu memastikan status IN merupakan ASN pada BP4D. Belakangan diketahui, status kepegawaian IN merupakan pelaksana atau pegawai biasa dengan golongan IIc.

    Saat ini, unggahan pada laman facebook milik IN yang berinisial IP sudah dihapus. Namun, Susilo menegaskan, Panwaslu sudah mencetak bukti unggahan yang dimaksud sebagai barang bukti.

    "Apapun ceritanya, ASN wajib netral pada pilkada," tegasnya.

    Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kota Cirebon, Mohamad Joharudin memastikan, IN datang pada Sabtu siang untuk diklarifikasi. Meski begitu, tindaklanjut atas perbuatan IN belum dapat disimpulkan panwaslu.

    "Kami masih harus mengkaji dan memplenokannya, baru kemudian dihasilkan rekomendasi," cetus Joharudin Minggu (3/6).


    TAG :


    Berita TERKAIT