• Headline

    ASN Kota Cirebon Diduga Berpihak

    Oleh : erika06 Juni 2018 10:07
    INILAH, Cirebon - Seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon berinisial IN, dinyatakan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cirebon bersalah setelah diduga berpihak pada salah satu pasangan calon (paslon) wali kota-wakil wali kota Cirebon dalam Pilkada Kota Cirebon 2018.

    IN diketahui merupakan ASN pada Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kota Cirebon. Pasca serangkaian pemeriksaan oleh panwaslu, IN dinilai melanggar Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN.

    IN diduga kuat memberi dukungan secara terbuka kepada salah satu paslon melalui unggahan pada akun facebook miliknya. Meski unggahan bernada akronim maupun jargon salah satu paslon sudah dihapus, dan IN sendiri sempat berkilah tak bermaksud mendukung, panwaslu menilai bukti menunjukkan sebaliknya.

    "Kami sudah gelar rapat pleno. Berita acara pun sudah dibuat, sesuai unggahan di akun facebook itu, dia (IN) mengakui membuat dan mengunggahnya," ungkap Ketua Panwaslu Kota Cirebon, Susilo Waluyo.

    Menurut Susilo, panwaslu telah pula menyampaikan kepada IN tindakannya menyalahi aturan. IN dianggap tak netral dan melanggar UU Nomor 5/2014 Tentang ASN. Padahal, ASN harus bersikap netral dalam pemilu.

    IN sendiri, imbuhnya, telah mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada panwaslu. Hanya, Susilo meyakinkan, bukan pihaknya yang dirugikan dalam masalah ini.

    "Kan bukan kami (panwaslu) yang dirugikan. Dia (IN) mengaku sudah menghapus unggahan tersebut setelah dipanggil oleh atasannya," terang Susilo.

    IN bahkan mengaku tak mengenal salah satu paslon yang dituduhkan didukungnya. Istilah yang dituliskan IN dan sejenis akronim salah satu paslon, disebut istilah yang biasa diucap. Meski berkilah, Susilo memastikan, buktinya kuat.

    Atas hal itu, panwaslu segera melayangkan rekomendasi atas pemeriksaan IN ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Inspektorat Kota Cirebon dengan tembusan kepada penjabat wali kota Cirebon.

    "Intinya agar ASN tersebut dibina, ditegur hingga diberi sanksi, sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sesegera mungkin rekomendasinya kami kirim," janjinya. [gin]


    TAG :


    Berita TERKAIT