• Headline

    OKE Laporkan Dugaan Kampanye Hitam

    Oleh : erika12 Juni 2018 19:58
    INILAH, Cirebon- Pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota nomor urut satu dalam Pilkada Kota Cirebon, Bamunas Setiawan Boediman/Oki dan Efendi Edo (OKE) melaporkan dugaan kampanye hitam ke Polres Cirebon Kota.

    Pelaporan dilakukan terhadap seorang pria berinisial AS yang diduga telah melanggar setidaknya empat pasal berlapis dalam Undang Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 19 Tahun 2016. Melalui kuasa hukumnya, OKE melaporkan dugaan penghinaan (pasal 27), berita bohong dan ujaran kebencian (pasal 28), pengancaman (pasal 29), dan akses ilegal, pencurian data elektronik, peretasan sistem data elektronik (pasal 30).

    Menurut kuasa hukum OKE, Iva Sembiring, sedikitnya dua kali ini paslon OKE menjadi 'korban' kampanye hitam oleh AS. Bila sebelumnya OKE tak mengambil tindakan apapun, kali ini pihaknya justru membawa kejadian itu ke ranah hukum.

    "Selama ini paslon OKE tak pernah melakukan tindakan radikal, bahkan anarkis. Kali ini (AS) sudah kelewat batas, kata-katanya juga kasar," ungkap Iva mewakili Bamunas dan Edo.

    Iva menunjukkan salah satu materi kampanye hitam yang disebar melalui akun Facebook milik AS yang diduga bermuatan berita bohong. Dalam dinding akunnya, AS menuliskan status "Yang pasti saja dianggap gagal, apalagi yang belum pasti. Daripada ribed mending gue beli. Berapa sih harga Kota Cirebon".

    Kalimat itu diduga mengarah kepada Bamunas yang selama ini dikenal sebagai salah satu pebisnis properti. Bamunas dikenal sebagai Direktur Utama Grage Group dengan kepemilikan dua mal besar, hotel, serta kawasan pemukiman elit, baik yang berada di Kota Cirebon maupun sejumlah daerah lain di Indonesia.

    Dugaan itu bahkan diperkuat dengan penggunaan foto Bamunas pada sisi kiri tulisan dalam akun AS tersebut. Foto Bamunas itulah yang membuat pihaknya menjerat AS melalui pasal 30 UU ITE karena diambil secara ilegal dari sebuah poster kampanye yang disebarkan melalui akun instagram milik tim kampanye OKE yakni @okiedocirebon.

    Selain dalam bentuk tulisan melalui akun facebooknya, AS juga diketahui melakukan kampanye hitam ataa OKE melalui akun instagramnya. Tak ubahnya dengan facebook, kalimat yang meluncur dalam video itu pun bermuatan ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong.

    "Di video itu juga diungkapkan, Bamunas bukan dilahirkan PDIP. Padahal, Bamunas sudah menjadi kader PDIP sejak 1999," jelasnya.

    Tak hanya kampanye hitam melalui media sosial, AS juga diduga telah melakukan perusakan alat peraga kampanye (APK) milik OKE, seperti penyobekan maupun corat-coret. Selain ke kepolisian, Iva mengaku, sejauh ini pihaknya telah pula melaporkan AS ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cirebon.

    Sementara, untuk membuktikan diri, calon wali kota Cirebon, Bamunas, pun sempat menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) PDIP yang dimilikinya. Di sana, tertulis keanggotaan Bamunas sebagai kader PDIP sejak 1999.

    Bamunas pun menyayangkan perbuatan AS yang dinilai telah menciderai demokrasi di Kota Cirebon. Dia pun mengungkapkan kekhawatirannya atas kemungkinan tindakan yang dilakukan relawan OKE yang dipicu tindakan AS.

    "Ini bisa memicu kemarahan relawan OKE. Dia (AS) sudah mengambil dan mengedit foto saya (dari akun instagram @okiedocirebon), itu kan bukan hak dia," kata Bamunas kepada media massa.

    Bamunas mengaku, pihaknya mengetahui tindakan AS dari laporan-laporan yang diterimanya melalui grup media sosial OKE. Dia pun menghendaki pelajaran bagi pelaku kampanye hitam seperti AS.

    Dalam kesempatan itu, Bamunas meyakinkan, dirinya sudah bukan lagi direktur utama Grage Group. Dia pun mematahkan kata-kata AS dengan memastikan, tak berkeinginan menguasai bisnis di Kota Cirebon.

    "Saya bukan hendak menguasai bisnis di Kota Cirebon. Kalau Grage harus berhadapan dengan saya nanti (bila dirinya terpilih sebagai wali kota), saya pun akan hadapi," tegasnya.

    Dia pun berjanji menjamin iklim usaha di kota itu aman dan membuat nyaman siapa saja. Baik Bamunas dan Edo pun mengaku, tak mengenal baik AS dan habya sebatas mengetahuinya.

    Sementara itu, calon wakil wali kota yang menjadi pasangan Bamunas, Edo menambahkan, pelaporan atas AS kepada kepolisian dimaksudkan sebagai upaya mewujudkan Pilkada Kota Cirebon yang bebas kampanye hitam.

    "Dari awal kami ikuti aturan pilkada. Selama ini kami diam, tapi bukan berarti tidak bisa apa-apa," ujarnya.[jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT