• Jawa Barat Tolak Iriawan?

    Oleh : Inilahkoran18 Juni 2018 15:12
    INILAH, Bandung - Kedatangan M Iriawan ke Jawa Barat menuai kontroversi. Setelah sebelumnya mendapat penolakan, mantan Kapolda Jabar ini akhirnya bakal menjadi Penjabat Gubernur Jabar.

    Kemunculan pria yang disapa Iwan Bule ini menimbulkan kegaduhan. Banyak yang menolak dan melontar kecaman. Mantan Kapolda Jabar ini dinilai kaki tangan penguasa yang netralitasnya diragukan. Terlebih, salah satu calon adalah sohibnya di kepolisian. Ya, Anton Charliyan.

    Di saat banyak pihak yang mempertanyakan integritas Iriawan, aktivis muda Tb Ardi Januar menjadi orang yang menyambut pelantikan Iriawan sebagai Pjs Gubernur di Tanah Pasundan. Seketika Iriawan mengingatkan Tebe, sapaan akrabnya, pada satu kejadian.

    “Ingat Iriawan otomatis ingat aksi 411 beberapa tahun ke belakang. Dia lah orang yang menjabat Kapolda saat aksi damai kala itu berubah menjadi bentrokan. Dia lah yang memimpin pasukan saat gas air mata ditembakan. Umat berjatuhan. Banyak yang pingsan, bahkan ada juga yang harus meregang nyawa,” kata Tebe dalam rilis yang diterima, Senin (18/6/2018).

    Menurut Tebe, Iriawan begitu tegas memimpin pasukan saat jutaan umat dan ulama menyampaikan aspirasi damai ke Istana. Tapi, ketegasannya tak nampak ketika pendukung Ahok memblokir jalan sambil bakar-bakaran di depan LP Cipinang hingga larut malam. Beda demonstran, beda perlakuan.

    “Tindakan Iriawan saat aksi 411 tidak membuat umat gentar dan ketakutan. Mereka kian merapatkan shaf perjuangan dan membangun kekuatan. Aksi massa dengan jumlah terbanyak pun tercatat dalam sejarah. Dari situlah kekuatan 212 muncul. Spirit perjuangannya masih dirasakan hingga hari ini,” ujarnya.

    Lama tak terdengar, lanjut Tebe, Iriawan kembali muncul ke permukaan. Dan dilantiknya Iriawan sebagai Pjs Gubernur Jawa Barat akan kembali membuka kenangan yang berdampak kepada konsolidasi umat dalam menyusun kekuatan.

    “Suka tidak suka dan mau tidak mau, kemunculan figur yang akan menjadi pemimpin pasti mengungkap masa lalunya. Ingat Iriawan ingat aksi 411. Ingat Ridwan Kamil ingat jejak digitalnya yang tengil. Ingat Dedi Mulyadi ingat kontroversi religi. Dan ingat Anton Charliyan ingat sepak terjangnya sewaktu menjadi Kapolda Jabar,” jelasnya.

    Tebe pun mengucapkan, “Selamat menjabat Jenderal Iriawan. Saya yakin, kemunculan Anda akan mempersatukan umat dan kemunculan Anda pula akan membuat warga Jawa Barat semakin Asyik,” pungkasnya. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT