• Mata Tombak Pusaka di Indramayu Raib

    Oleh : erika22 Juni 2018 15:18

    INILAH, Indramayu- Setidaknya sebelas mata tombak yang merupakan benda pusaka bersejarah dari Kabupaten Indramayu hilang diduga dicuri.

    Benda-benda pusaka itu hilang dari rumah Jupel Museum Pancaniti Indramayu, Dasuki, di Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Kepolisian yang hingga kini masih menyelidiki kejadian itu memperoleh petunjuk dari rekaman CCTV yang terpasang di depan rumah Dasuki.
    Dari CCTV, terekam pelaku pencurian datang mengendarai sepeda motor dan masuk rumah pada Rabu (20/6) sekitar pukul 23.30 WIB. Pelaku kemudian tampak keluar rumah pada Kamis (21/6) pukul 02.00 WIB.

    "Benda pusaka itu tak ternilai harganya karena terkait sejarah Indramayu," ungkap Dasuki.

    Dia menyebutkan, sebelas mata tombak yang dicuri itu merupakan peninggalan abad ke-17 dan merupakan warisan leluhur para pendahulu Kabupaten Indramayu. Dia pun berharap benda-benda tersebut kembali ditemukan secepatnya.

    Dasuki mengungkapkan, sebelum kejadian itu, dirinya kedatangan tamu tak dikenal, Minggu (17/6), yang mengaku hendak bersilaturahmi. Mengingat kerap menerima tamu, Dasuki pun tanpa prasangka menerima tamu tersebut seperti halnya tamu-tamu lain.

    Menurutnya, tamu tersebut sempat menyampaikan kehendaknya melihat benda-benda pusaka dan meminjamnya untuk keperluan menjaga tambak. Hanya, Dasuki tidak mengizinkannya.

    Lagi, Dasuki pun menolak kala tamu itu kembali meminta izin untuk meminjam satu buah keris pusaka. Dasuki selanjutnya mengajak tamu itu untuk sebatas melihat benda-benda pusaka tersebut di Pancaniti Pendopo.

    Namun, gilirab tamu tersebut yang menolak imbauan Dasuki. Dengan alasan keperluan mendesak, Dasuki pun tak lama menemani tamu tersebut.

    Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Mohammad Devi Farsawan menyatakan, sejauh ini unit identifikasi Satreskrim telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi pun telah dimintai keterangan guna menguak kasus tersebut.

    "Kami sudah meminta keterangan dari beberapa saksi," tutur Devi.

    TAG :


    Berita TERKAIT