• Headline

    Di Ciremai, Kodok Merah Hidup Ramai-ramai

    Oleh : erika10 Agustus 2018 17:42
    INILAH, Kuningan- Ratusan Kodok Merah (Leptophryne Javanica) yang termasuk spesies baru ditemukan di Gunung Ciremai, Jawa Barat. Survei dan pengamatan terus dilakukan setelah penemuan yang dilakukan tim Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC).

    Pengendali Ekosistem Hutan BTNGC, Azis Abdul Kholik mengungkapkan, sebagai salah satu gunung tertinggi di Jabar, Gunung Ciremai yang berlokasi di Kabupaten Kuningan maupun Kabupaten Majalengka ini cukup banyak menyimpan beragam flora dan fauna. Di antara fauna yang ada di sana, terdapat pula satwa langka yang dilindungi pemerintah Indonesia maupun satwa yang termasuk spesies baru, salah satunya kodok merah.

    "Kodok merah pertama kali ditemukan pada 2012 di area Ciremai di Blok Ipukan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan," ungkapnya.

    Penemuan kodok merah terjadi kala BTNGC menyelenggarakan lomba foto flora fauna Gunung Ciremai. Ketika itu, pihaknya beranggapan kodok merah yang jadi endemik Jabar hanya ada di Gunung Halimun dan Gunung Gede Pangrango.

    Pihaknya kemudian terus mengamati dan pada 2013 dilakukanlah survey biodiversity sebelum dipublikasi. Tak puas dengan hasil penelitian sebelumnya, BTNGC bersama LIPI kembali meneliti kodok merah di Gunung Ciremai. Penelitian di antaranya dilakukan terhadap suara kodok hingga mengambil DNA dari salah satu kodok sebagai sampel.

    Selain DNA, penelitian LIPI didasarkan pula pada perbedaan molekuler dan morfologi populasi di Gunung Ciremai dan Slamet. Hasilnya, LIPI menyimpulkan kodok merah di Gunung Ciremai merupakan spesies baru. Populasi Kodok Merah di Gunung Ciremai mirip dengan yang ada di Gunung Slamet, Jawa Tengah.

    "Awalnya kami kira kodok merah di Ciremai mirip dengan di Halimun dan Gede Pangrango, tapi justru tidak. Ini masuk spesies baru, mirip dengan yang ada di Gunung Slamet," jelasnya.

    Spesies Kodok Merah Gunung Ciremai, tuturnya, memiliki ciri-ciri berbeda dengan kodok di Gunung Halimun dan Gede Pangrango. Salah satunya bentuk dan ukuran tubuhnya yang kecil seukuran 50 mm, cenderung ramping, serta ujung jari tangan dan kaki membulat.

    Secara spesifik, tubuh kodok merah di Gunung Ciremai menampakkan bintik putih atau kuning. Selain itu, di bagian bawah atau perut kodok, serta di sela selaput kaki dan tangannya, terdapat warna merah.

    Kodok Merah di Gunung Ciremai sendiri merupakan predator pemakan ulat dan serangga kecil. Sekalipun kerap dipandang sebagai hewan biasa, Kodok Merah berperan penting dalam menjaga ekosistem di Gunung Ciremai.

    "Keberadaan Kodok Merah ini salah satunya sebagai indikator kebersihan sungai dan air di Ciremai," tandasnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT