• Membangun Budi Pekerti Anak Melalui Sepak Bola

    Oleh : Asep Mulyana14 Agustus 2018 11:59
    INILAH, Purwakarta - Manager Sekolah Sepak Bola (SSB) ASAD Jaya Perkasa Purwakarta, Alwi Hasan Syu'aib, punya konsep unik dalam pembelajaran yang diterapkan pada anak asuhnya. Dirinya mengklaim, pola belajar para atlet sepak bola ini dibangun dalam bentuk sistem perilaku.

    Apa yang diajarkannya, ternyata cukup berpengaruh. Terutama, dari sisi moralitas akademi dan membangun budi pekerti anak-anak tersebut. Maka sangat wajar, jika beberapa anak asuhnya terpilih untuk turut memperkuat Timnas U-16.

    "Pola belajar para atlet sepak bola ini dibangun dalam bentuk sistem perilaku. Dari mulai pola bangun, pola tidur, pola makan, pola bergaul, termasuk juga kejujuran dan sportifitas," ujar Alwi kepada INILAH, Selasa (14/8/2018).

    Alwi menjelaskan, selama ini ‎konsep pendidikan yang diberikan kepada anak-anak di SSB ASAD, tak hanya sebatas terfokus pada pola pembinaan sepakbola semata. Artinya, pelajaran formal di sekolah mereka tetap berjalan.

    "Khusus anak di SSB ini ada kelas khusus untuk pelajaran formalnya juga. Jadi, setelah latihan, mereka kemudian belajar di kelas tersebut seperti biasa. Tapi, ada tiga mata pelajaran yang lebih difokuskan, yakni Pendidikan agama, Bahas Inggris dan Sepakbola," jelas dia.

    Tiga mata pelajaran tersebut, sangat diperlukan para siswa SSB ini. Karena, pertama pendidikan Agama sangat diperlukan untuk bekal akhlak dan etika dan moralnya sebagai manusia, bahasa inggris mutlak dibutuhkan ketika anak-anak bertanding, terutama di luar negeri. Dan sepakbola tentu menjadi makanan utama ASAD.

    Setiap hari, sambung dia, tugas pemain ASAD itu yakni, bangun pukul 04.00 WIB untuk melaksanakan shalat tahajud, shalat subuh, tadarus, dan kajian keagamaan. Kegiatan tersebut berakhir pukul 06.00 dan pukul 08.00 WIB dilanjutkan dengan latihan sepakbola.

    "Latihan bola sampai jam 08.30 WIB. Setelah mandi dan sarapan, barulah kami ‎mengikuti sekolah formal dari pukul 09.30 sampai selesai," jelas dia.

    Setelah pulang dari sekolah formal dan istirahat sejenak, sambung dia, masuk waktu Ashar mereka kembali berkumpul untuk shalat berjamaah. Sekitar pukul 15.30 WIB, para pelajar ini kembali berlatih sepakbola sore.

    "Beres latihan, kemudian dilanjutkan shalat Maghrib berjamaah. Lalu mereka mengikuti kelas bimbingan malam hingga Isya. Makan malam dilakukan pukul 19.30 WIB, setelah itu anak-anak wajib istirahat," tambah dia.

    Dia menambahkam SSB ASAD berada dibawah naungan Akademi Sepak Bola Jaya Perkasa Purwakarta. Dia membantah, jika Pemkab setempat mendompleng nama ASAD setelah Akademi Sepak bola ini sukses mencetak pemain handal sepak bola anak-anak.

    "Saya bersama pemerintah, yang saat itu dipimpin Dedi Mulyadi sebagai bupati, merintis SSB ini dari nol, atau sekitar 2013 lalu. Alhamdulillah, sampai saat ini support dari pemerintah sangat luar biasa. Jadi bohong, kalau ada yang bilang pemkab atau Pak Dedi mendompleng SSB ASAD karena namanya sudah besar," tegas dia. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT