• Tak Ada Lahan Lapang, Warga Gelar Agustusan di Badan Jalan

    Oleh : Nul Zainul Mukhtar20 Agustus 2018 19:15
    fotografer: INILAH/Zainulmukhtar
    INILAH, Garut - Beragam kegiatan dan perlombaan digelar berbagai kalangan masyarakat Kabupaten Garut menyemarakkan peringatan 73 Tahun Kemerdekaan RI baik di perdesaan maupun perkotaan.

    Akan tetapi terbatasnya tanah lapang maupun lahan ruang terbuka membuat warga di sejumlah tempat terpaksa menutup ruas jalan umum untuk digunakan sebagai tempat berlangsungnya aneka kegiatan "Agustusan".

    Semisal di lingkungan Jalan Mandalagiri, Jalan Sukamentri Garut Kota, Jalan Terusan Pahlawan, dan Jalan Citeureup Tarogong Kidul. Begitu pun dilakukan warga di sejumlah perumahan terpaksa memanfaatkan sarana badan jalan yang ada untuk lomba Agustusan tersebut. Seperti di Kompleks Margamulya Pataruman Tarogong Kidul.

    Para pengendara yang tak bisa melintas akibat adanya pemblokiran ruas jalan seperti itu pun relatif memakluminya. Tak terdengar gerutuan atau ucapan serapah dari mereka. Paling hanya terlihat sedikit menghela napas sebelum kemudian memutar kembali kendaraannya ke arah semula untuk mencari jalur lain.
    "Ya. Kita juga maklum. Mungkin memang karena tak ada tempat cukup lapang untuk menggelar kegiatan warga. Jadinya terpaksa digelar di badan jalan," kata Subakat (48) warga Kelurahan Ciwalen Garut Kota, Senin (20/8/18).

    Kendati tak semeriah tahun-tahun sebelumnya, tak sedikit warga menggelar kegiatan dan perlombaan Agustusan sejak beberapa hari menjelang puncak peringatan HUT RI yang tahun ini jatuh pada Jumat (17/8/18). Biasanya kegiatan terus berlangsung hingga sepekan ke depan dengan ditutup pembagian hadiah bagi pemenang lomba, dan suguhan hiburan.

    Aneka macam ornamen menarik bernuansakan merah putih pun terlihat menghiasi masing-masing lingkungan, mulai gapura jalan/gang masuk permukiman, bangunan rumah, pertokoan, hingga perkantoran.

    Kebutuhan biaya kegiatan umumnya dipenuhi dari hasil iuran antarwarga masyarakat di lingkungan mereka sendiri. Kendati tak sedikit mengajukan proposal bantuan ke pihak lain selaku donatur.
    Kegiatan dan perlombaan digelar rata-rata bersifat hiburan. Semisal lomba balap karung, balap kelereng, menangkap anak belut di ember, memukul kendi berisi air dengan mata tertutup, memasukkan benang ke jarum, memasukkan jarum ke dalam botol, meniti batang bambu di atas kolam ikan, balap makan kerupuk, mengambil uang koin di nampan penuh tepung dengan mulut, balap
    kelereng, dan rebutan hadiah dengan memanjat batang pinang atau bambu.

    Berbagai permainan olahraga digelar juga tetap bernuansakan hiburan, dan persaudaraan dengan peserta dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua. Baik laki-laki maupun perempuan. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT