• Headline

    Purwakarta Siap Sukseskan Perhelatan Asian Games 2018

    Oleh : Asep Mulyana20 Agustus 2018 19:37
    fotografer: Ilustrasi/net
    INILAH, Purwakarta - Beberapa titik jalur utama di Kabupaten Purwakarta akan menjadi rute balap sepeda Asian Games 2018. Jalur yang akan dilewati ini yakni Sadang-Cibatu (perbatasan Subang) dan jalur Sadang Cikopo (Bungursari).

    Terkait hal tersebut, jajaran Polres Purwakarta melakukan serangkaian persiapan sejak jauh-jauh hari demi kelancaran ajang olahraga tingkat Asean itu. Salah satunya, terkait pengamanan jalur yang menjadi lintasan balap sepeda ini.

    Kapolres Purwakarta AKBP Twedi Aditya Bennyahdi menuturkan, dalam pengamanan jalur lintasan ini petugas yang dilibatkan sedikitnya 750 personil. Petugas tersebut, terdiri dari unsur TNI/Polri, Dishub dan instansi terkait.

    "Untuk jalur balap sepeda ini, di antaranya melintasi wilayah hukum kami. Kami akan berupaya semaksimal mungkin, supaya pelaksanaan balap sepeda ini bisa berjalan dengan lancar," ujar Beny kepada wartawan, Senin (20/8/2018).

    Dia menjelaskan, ajang balap sepeda ini rencananya akan digelar selama dua hari. Yakni, pada 22-23 Agustus mendatang. Adapun panjang rute yang melintasi wilayah Purwakarta, masing-masing 32 KM untuk atlet sepeda pria dan 13 KM untuk atlet perempuan.

    "Jalur ini terbentang dari Cibatu (perbatasan Subang) sampai Cikopo (perbatasan Karawang)," jelas dia.

    Dalam hal ini, pihaknya pun telah membuat skenario pengamanan jalur lintasan tersebut. Untuk keamanan dan kelancaran berlangsungnya balap sepeda, maka ruas jalan yang akan dilintasi balap sepeda dipastikan akan steril dari kendaraan.

    "Selama berlangsungnya balap sepeda, jalur yang akan digunakan untuk balap sepeda akan steril. Jadi, dalam beberapa jam jalur nasional ini akan ditutup sementara. Kami berharap, masyarakat juga bisa turut menyukseskan kegiatan tersebut.

    Sementara itu, Budayawan Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga turut berpendapat. Asian Games 2018 ini, kata dia, merupakan hajat Negara. Sehingga, sangat tidak patut jika ajang tingkat internasional tersebut dijadikan kesempatan untuk nyinyir kepada pemerintah.

    "Asian Games itu hajat Negara loh, jangan dibuat nyinyir. Apalagi dijadikan komoditas politik. Ini hajat internasional," katanya.

    Dedi juga menilai pembukaan event tersebut sangat spektakuler. Bahkan, mata dunia terpana atas keragaman kultur yang ditampilkan dalam opening ceremony yang digelar di GBK beberapa waktu lalu itu.

    "Harus diakui bahwa mata dunia terpana dan ini keberhasilan Negara. Tidak perlu lagi ada perdebatan antara cebong dan kampret soal ini. Karena mereka sama-sama hidup di sebuah Negara yang saat ini Presidennya adalah Pak Joko Widodo," seloroh dia.

    Dalam kesempatan itu Dedi juga mengkritisi sentimen pembicaraan netizen yang muncul di sejumlah media sosial. Menurut dia, butuh kearifan untuk membedakan Joko Widodo sebagai Presiden RI dan sebagai Capres.

    Saat pembukaan Asian Games, kapasitas Mantan Wali Kota Solo tersebut adalah Presiden RI. Sehingga, sangat tidak arif jika ada sebagian pihak yang mengaitkannya dengan kontestasi Pilpres 2019.

    "Gak usah campurin politik ke dalam Asian Games. Baiknya doakan para atlet kita agar bisa mendulang emas yang banyak. Kalau mereka juara, kita sebagai bangsa juga kan ikut senang. Nama Indonesia semakin berkibar di dunia internasional," pungkasnya. [gin]


    TAG :


    Berita TERKAIT