• Headline

    Penyebab Kebakaran Gunung Ciremai Diselidiki

    Oleh : erika20 September 2018 15:30
    INILAH, Kuningan- Penyebab kebakaran hutan dan lahan Gunung Ciremai dalam penyelidikan pihak berwenang. Total luas lahan yang terbakar diketahui 86,7 hektare.

    Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Kabupaten Kuningan, Kuswandono menyatakan, kebakaran hutan dan lahan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berhasil dipadamkan pada Rabu (19/9). Luas lahan yang terbakar dipetakan mencapai 86,7 hektare dengan vegetasi sebagian besar berupa semak belukar dan alang-alang.

    "Selain pemadaman secara manual, upaya pemadaman dibantu pula hujan yang turun saat itu," katanya, Kamis (20/9).

    Penyebab pasti kebakaran itu sendiri, tegasnya, masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Pihaknya mengajak semua pihak bersama-sama terlibat mencegah terjadinya kebakaran hutan di kawasan TNGC.

    Menurutnya, mencegah bersama terjadinya kebakaran hutan tetap merupakan usaha terbaik dan cerdas. Hal itu penting demi melindungi keanekaragaman hayati di TNGC, keberlangsungan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, termasuk pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    "Cara mencegah kebakaran hutan salah satunya dengan tak membuang puntung rokok sembarangan, tak membuat api unggun saat kemarau seperti sekarang, sampai segera melaporkan begitu ada titik api yang ditemukan, baik di kawasan TNGC maupun di luar kawasan," tuturnya.

    Diberitakan sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Leuweung Kiara, Ciula, Lemah Neundeut Kawasan TNGC, yang termasuk Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, sejak Selasa (18/9) siang. Api meluas pada malam hari akibat angin.

    Namun, hujan berintensitas sedang yang turun selama sekitar 30 menit pada Rabu (19/9) pagi memudahkan proses pemadaman. Siang hari, api di beberapa titik yang masih membakar kawasan hutan di ketinggian 900-1.300 meter dari permukaan laut pun dikabarkan padam.

    Meski begitu, kepulan asap masih terlihat sehingga petugas dari tim gabungan tetap bersiaga di lokasi guna mengantisipasi kemunculan kembali api. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin menyebutkan, upaya pemadaman api dilakukan BPBD bersama sejumlah sumber daya lain, seperti Satpol PP, BTNGC, TNI, Polri, LSM AKAR, maupun masyarakat.

    "Kebakaran melanda punggungan timur TNGC berupa semak belukar dan alang-alang kering yang tumbuh pada lahan berbatu," katanya.

    Upaya pemadaman sendiri dilakukan secara manual yakni dengan memukul-mukul bara api agar tak membesar. Selain itu, melalui pembuatan sekat bakar guna memotong penyebaran api.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT