• Perkenalkan Batik Bordir dan Tenun Pada Masyarakat Luas

    Oleh : Okky Adiana02 Mei 2017 16:20
    INILAH, Bandung - Lebih dari 100 pengrajin batik di seluruh nusantara akan berkumpul di event Festival Batik Bordir dan Tenun Nusantara 2017.

    Acara ini akan digelar pada 3-7 Mei 2017 bertempat di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh 66, Kota Bandung.

    Owner Maxxindo, Desay Safitri Devi, menuturkan, Festival Batik Bordir dan Tenun Nusantara 2017 adalah, sebuah event besar yang digelar oleh Maxxindo Communication dan Krishna Studio selaku event organizer exibition terkemuka di Kota Bandung.

    Pameran ini lanjut dia, sebagai wujud kecintaan pihaknya kepada budaya sekaligus mencari bakat kreatif dari para pecinta batik, bordir dan tenun Nusantara.

    Seperti diketahui, saat ini Indonesia sebagai negara yang kaya akan ragam budaya merupakan aset terbaik dalam menciptakan berbagai karya seni batik, bordir dan tenun. Ini adalah sedikit karya cipta dari banyaknya karya cipta yang tak bisa dipungkiri lahir dari kekayaan alam Indonesia yang diakui dunia.

    Dalam pameran ini, lanjut dia, pihaknya akan menggelar berbagai acara program pameran yang menarik. Mulai dari fashion show, talk show tv, demo/workshop, traditional Entertainment, music entertaiment, dan aneka lomba.

    Sementara untuk peserta pamerannya sendiri, mulai dari pengrajin batik, bordir, tenun dan craft, fashon batik, perancang busana batik, hanycraft, pengrajin batu permata dan lainnya akan berkumpul di pameran tersebut.

    "Event ini akan berbeda dengan event-event sebelumnya. Batik bordir dan tenun akan disajikan barang jadi atau produk siap pakai. Kalau event lain masih dalam bentuk kain, kalau ini dalam bentuk baju. Kita ingin memberikan edukasi ke masyarakat, batik ini bisa dipakai kalangan usia," kata Desay kepada wartawan di Hotel Amarossa, Jalan Aceh Kota Bandung, Selasa (2/5).

    Dia mengatakan, tujuan dari acara ini adalah, pihaknya ingin meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk-produk dalam negeri. Selain itu juga, ingin memanfaatkan peluang atas kebutuhan produk dalam negeri bagi masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya.

    "Ya, acara ini lebih komplit. Nanti kita juga melibatkan anak sekolah SD se-Jabar. Untuk pesertanya sendiri dari batik, bordir dan tenun semua ada. Semua produk kita tonjolkan secara bersama-sama," ucapnya.

    Dia menilai, jelang Ramadan, batik sudah dipastikan akan ada tren kenaikan harga. Kendati begitu, soal seberapa besar kenaikannya, ia belum bisa memastikan.

    "Untuk kain batik sendiri kita belum tahu secara signifikan berapa. Di pameran ini, untuk konsep yang kita jual barang yang murah. Festival ini ajang cari seragam, biasanya dari Rumah Sakit, sekolah. Harganya sekitar ratusan ribu, yang harga 30 juta juga ada," ucapnya.

    Sementara untuk target pengunjungnya sendiri, pihaknya menargetkan sebanyak 15 ribu pengunjung. Setiap tahunnya event ini selalu mencapai target yang ditetapkan. "Event ini sudah yang ke-15. Tahun ini kita menambah target yang biasanya tahun-tahun sebelumnya 10 ribu, sekarang lebih," tambahnya.

    Dia berharap, dengan adanya event ini, maka batik, bordir dan tenun Indonesia dapat terus lestari sepanjang masa, sehingga karya cipta nusantara ini tidak lagi diakui sebagai karya cipta negara lain.

    "Besok, Rabu (3/5) pembukaannya jam 1 siang oleh ketua Dharma Wanita Provinsi Jabar," tambahnya. [jek]