• Permintaan Kerudung Syar'i Meningkat Pesat

    Oleh : Selfie Miftahul Jannah05 Juni 2017 17:34
    INILAH, Bandung - Tren hijab syar'i di beberapa tahun terakhir mulai berkembang menjadi sebuah pilihan fashion baru dengan berbagai pilihan desain yang fashionable.

    Salah satu Desainer Fashion Hijab Rya Baraba mengaku, permintaan akan busana hijab syar'i begitu tinggi di tahun 2017, terlebih masa Ramadan dan jelang Lebaran khusus untuk penjualan jenis baju dan kerudung tersebut permintaannya semakin meningkat.

    "Kalau, tren itu sudah tiga tahun lalu ya, saya mulai desain produksi hijab syari itu, dari tahun lalu cuma memang tahun ini semakin gandrung, beberapa waktu lalu aja saya baru launcing tujuh desain baju dan kerudung syari, hanya kurun waktu tiga hari sudah habis 500 baju," jelas dia kepada wartawan, seusai melakukan pressconference, Acara Amal Komunitas Peace and Love di Hotel Hilton, Bandung Senin (5/6/2017).

    Rya menjelaskan, pasar kerudung syar'i di Indonesia masih begitu potensial, buktinya mayoritas konsumen yang dimilikinya merupakan konsumen lokal yang tersebar di berbagai kawasan seperti Pulau Kalimantan, Sumatera dan Jawa.

    Dirinya mengaku belum memasarkan produk kerudung hijabnya ke luar negeri, karena pasar dalam negeri masih miliki permintaan yang tinggi.

    "Warna yang masih tren saat ini masih monochrome dan pastel, permintaan baju dan kerudung syar'i jauh lebih tjnggi dibanding baju hijab biasa. Permintaan kerudung khimar banyak dari daerah Kalimantan, Alhamdulilahnya pembeli gak nawar-nawar, mungkin karena memang desainnya saja sudah cocok," ujar dia.

    Untuk koleksi terbarunya saat ini Rya mengaku sudah banyak kerudung khimar atau syar'i yang biasa dipakai setiap hari, namun dirinya khusus memproduksi jenis khimar yang lebih mewah dan elegan dengan kisaran harga Rp.4 juta hingga Rp.6 juta untuk setiap itemnya.

    "Kalo saya bilang ini khimar red karpet, karena kalau yang biasa untuk dipakai sehari-hari sudah banyak. Untuk produksi satu bajunya bisa 12 meter. Makanya untuk yang desain kali ini saya produksi yang untuk kebutuhan pakai yang lebih luxury, dengan tambahan swarosky dan beberapa tempelan ornamen yang membuat kesan 3D," ujar dia.

    Lebih lanjut Rya mengaku, banyak konsumennya merupakan perempuan muda yang tengah memperdalam agama Islam dari segi ibadah hingga gaya berbusana.

    Sementara itu kondisi serupa juga dirasakan Indra Indri Albis yang tahun ini baru meluncurkan jenis fashion hijab syari dengan identitas khimar jubah bordir handmade yang khas.

    Owner Indraindri Albis, Indri mengemukakan, permintaan khimar miliknya tahun ini meningkat pesat. Terutama desain hijab syar'i miliknya yang diberi nama Jaguar, memiliki kesan elegan dan nyaman dipakai.

    "Tahun ini permintaan Kerudung Syar'i Jaguar tinggi ya. Apalagi sejak launcing enam bulan lalu permintaannya tinggi, apalagi di dalam negeri," ujar dia di lokasi yang sama.

    Meski di tahun 2014 penjualan jenis hijab syar'i turun drastis, dirinya mengaku, di tahun ini khimar akan mencapai puncak trand fashion muslim.

    "Sekarang hampir semua desain saya warnannya back to nature, coklat, krem, navy dan desainnya berupa jubah, gamis yang memang desain busana muslim syari," beber dia. [jek]