• Headline

    Redam Permainan Cepat Vietnam, Ini yang Dilakukan Riedl

    Oleh : Reza Zurifwan30 November 2016 23:33
    •  Share
    •  Tweet
    INILAH, Bogor - Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl yang pernah membesut tim nasional Vietnam dan mengorbitkan pemain andalannya Le Cong Vinh mengaku tidak punya strategi khusus untuk menjaganya.

    Ia menugaskan para pemain Indonesia agar bermain zona marking, ketimbang menerapkan sistem bertahan man to man marking.

    "Tidak ada penjagaan spesial walaupun ada pemain spesial seperti Le Vong Vinh, (penyerang Vietnam yang memiliki kecepatan dan akurasi tembakan yang bagus)," ujar Alfred Riedl, Rabu (29/12/2016).

    Mantan pemain Aston Villa ini menambahkan, sistem bertahan tim Indonesia bukanlah seperti anjing yang mengikuti pemain lawan, ke manapun ia pergi.

    "Kita gak ada sistem man to man marking karena dalam bertahan Indonesia menggunakan sistem zona marking. Setiap pemain bertanggung jawab di wilayahnya, apabila ada yang menyerang maka dia harus menjaganya," tambahnya.

    Terkait tidak bisa bermainnya beberapa pemain inti di sektor belakang ia telah menyiapkan penggantinya.

    "Yanto Basna dan Fachrudin tak bisa bermain. Maka kandidat pemain yang akan menggantikannya adalah Gunawan Dwi Cahyo, Hansamu dan Manahati," terang Alfred.

    Pergantian pemain di sektor belakang ini juga tidak akan mengubah formasi tim nasional Indonesia 4 - 3 - 3 dalam menyerang dan 4 - 2 - 3 - 1.

    "Tidak ada perubahan formasi atau skema bermain, dan yang ada perubahan susunan pemain dan taktik. Kita punya pemain yang cukup baik di tengah, penyerang atau di sektor lainnya," lanjutnya.

    Terpisah Gunawan Dwi Cahyo mengaku siap bermain saat melawan Vietnam di laga pertama semifinal nanti dan menjaga siapapun pemain Vietnam yang menyerang pertahanan nasional Indonesia.

    "Kecepatan dan keunggulan Le Cong Vinh bisa diantisipasi dengan komunikasi yang baik antara sesama pemain belakang ataupun gelandang. Pelatih sendiri pasti punya strategi untuk meredam permainan Vietnam," tandas Gunawan. [ito]