• Headline

    Pemain Sedih Ditinggal Djanur

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri16 Juli 2017 22:26

    INILAH, Bandung - Full back Persib, Supardi Nasir tak mampu membendung kesedihannya manakala Djadjang Nurdjaman menyatakan tekadnya untuk mengundurkan diri. Hal yang membuat dia terluka karena keputusan itu muncul disaat tim Maung Bandung sedang dirundung duka usai dikalahkan Mitra Kukar.

    Dari penuturan Djadjang, keputusannya untuk meninggalkan kursi kepelatihan memang dikarenakan performa tim yang tak kunjung berkembang. Alhasil puncaknya terjadi ketika Persib dipecundangi Mitra Kukar pada pekan ke -15 lalu.

    Bagi Supardi perpisahan antara pelatih dengan tim memang hal yang biasa, namun kali ini dia tidak akan menyangka bahwa akhir kebersamaannya dengan Djanur berakhir tragis saat perhelatan kompetisi Liga 1 2017 menyisakan dua pertandingan lagi sebelum menutup putaran pertamanya.

    "Pengunduran diri Pak Djadjang sedih, aku nggak bisa berpisah dengan keadaan tim kayak gini dalam keadaan yang gak menyenangkan, pengennya kita berpisah dalam kita bahagia contoh selesaikan kompetisi hingga selesai tapi di tengah jalan kayak gini," kata Supardi kepada wartawan, Minggu (16/7).

    Supardi menuturkan bahwa rekan satu timnya di Persib juga merasakan hal yang sama. Menurutnya seluruh personel Maung Bandung sangat berat melepaskan pelatih yang sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga sendiri.

    Terlebih secara personal Supardi sudah sejak lama bersama-sama dengan Djanur, ketika masih membela Pelita Jaya. Bahkan momentum paling manis terjadi manakala trofi ISL 2014 berhasil mereka renggut bersama dengan tim Persib.

    "Berat semua pemain merasakan berat karena sudah dekat sekali, kita sudah merasakan gimana juara, kita sudah merasakan kebersamaan yang kuat,"‎ ujarnya.

    Meski begitu, Supardi memang tak bisa berbuat banyak lantaran keputusan Djanur untuk hengkang kini sudah bulat. Apalagi, sambung dia, manajemen PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB) juga sudah memenuhi permohonan pengundurandiri Djanur yang keduakalinya ini.

    "Ketika dia harus pisah dari kita otomatis manusiawi Jika pemain merasa berat untuk melepas tapi kita satu sisi nggak bisa juga maksain karena keputusan manajemen keluarga dia juga," pungkasnya. [jek]