• Headline

    Anak dan Cucu Dukung Keputusan Djanur

    Oleh : Rianto Nurdiansyah17 Juli 2017 06:32
    KEPUTUSAN Djadjang Nurdjaman meninggaalkan kursi kepelatihan Persib mendapat dukungan dari keluarngnya. Putri bungsu hingga cucu Djanur menulisnya dalam menia sosial.

    Pernyataan Djanur meninggalkan jabatan pelatih kepala Persib dia ucapkan usai timnya kalah 2-1 di kandang Mitra Kukar, pada duel pekan ke-15 Liga 1, di Stadon Aji Imbut, Tengarong, Sabtu (15/7) malam.

    Di kalangan bobotoh, pro dan kontra atas keputusan Djanur menyebar di media sosial. Sebagian senang dengan keputusan pelatih berusia 59 tahun ini, lainnya sedih, menginginkan Djanur tetap membesut Atep dan kawan-kawan.

    Namun suasana haru sangat terasa saat anak dan cucu pria asal Majalengka ini ikut berkomentar via media sosial. Pada dasarnya, mereka memberikan dukungan kepada Djanur untuk tetap semangat kendati sudah tak lagi menukangi Maung Bandung.

    Seperti ditulis Nadia Desvianti melalui aku Instagram pribadinya, @nadiadesvianti. Puteri Bungsu Djanur ini mengingatkan ayahnya peran di tim Maung Bandung cukup besar. Juga, sejauh ini telah memberikan yang terbaik membawa Persib meraih prestasi juara.

    "Ternyata hasilnya belum menyenangkan semua pihak yang mencintai Persib. Aku tahu Papa (Djanur) orang yang kuat, orang yang selalu kerja keras untuk kemajuan Persib," tulis Nadia.

    Belum mampu memberikan hasil maksimal di musim 2017 ini, menurut Nadia, mungkin sudah jadi kehendak sang pencipta. Dia mendoakan, semoga hal itu menjadi yang terbaik bagi karier dan kehidupan sang Ayah untuk ke depan. "Aku cuma mau Papa tenang dan sehat selalu," katanya.

    Nadia juga mengucapkan terimakasih kepada bobotoh yang sudah menemani karier Djanur selama lima tahun menukangi Persib. Termasuk pujian, cacian dan hinaan yang memang kerap dialamatkan kepada Djanur.

    "Mungkin ada di antara kalian yang sedih atau senang atas keputusan Ayah saya ini, tapi apapun itu, saya sangat menghargai dukungan kalian kepada Ayah saya selama ini," jelasnya.

    Secara pribadi, Nadia pun berharap, Persib menjadi tim yang lebih baik tanpa ditukangi ayahnya. Juga, menginginkan bobotoh tetap menjadi suporter besar, santun dan sportif dalam memberikan dukungan. "Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak untuk bobotoh semuanya. Goodbye All, Good bless," tuntas Nadia.

    Adapun Cucu dari Djanur, Shasya Saenasya, ingin melihat sang Kakek tidak ada tekanan lagi. Dia menilai, Kakeknya itu sosok bertanggung jawab, termasuk kepada titelnya ketika masih melatih Persib.

    "Abah jangan berkecil hati, abah sudah memberikan banyak kepada Persib. Tapi ini akhir Bah. Allah sayang sama Abah dan tidak akan membiarkan Abah dalam tekanan," tulis Shasya dalam akun instagram pribadinya @shasyaas.

    Shasya menghaturkan terimakasih kepada bobotoh yang telah mendampingi sang Kakek selama lima tahun menukangi Persib. Menurut dia, tanpa bobotoh nama Djanur tak akan besar seperti saat ini. "Untuk yang menghina, terimakasih banyak hatur nuhun. Karma itu ada," katanya.

    Hingga saat ini, Shasya mengaku, bingung dengan sikap segelintir bobotoh, yang menghujat sang Kakek. Bahkan beberapa di antaranya bicara diluar batas hingga menghujat dengan pedas. "Kalian harus tahu mati matian dia (Djanur) untuk Persib. Abah, so proud of you Abah. Sangat bangga dan akan terus menjadi kebangaan di hati kaka," tuntas Shasya.

    Sementra itu, Cucu Djanur lainnya, Alliyah Canta Ciacita pun turut menuliskan surat cinta kepada snag Kakek melalu aku Instagram @alliyahcanta. Alliyah sampaikan, sang Kakek memang sudah kerap memikirkan menanggalkan statusnya sebagai juru taktik Persib.

    "Mungkin juga sudah jalannya dia tidak bisa mengulang seperti dulu apa yang terjadi. Sejak lama dia memikirkannya, dia merasa tertekan," tulis Alliyah.

    Bisa jadi, kata Alliyah, Djanur merasa lega setelah memutuskan mundur dari kursi pelatih. Namun, yang terberat adalah meninggalkan para penggawa yang sudah dia bina sejak lama. "Mungkin yang berat baginya meninggalkan anak-anak yang telah dia didik hingga lama, yang telah dia anggap seperti anaknya sendiri," katanya.

    Alliyah pun mengucapkan terimakasih kepada bobotoh yang telah memberikan dukungan kepada Persib kala dinahkodai sang Kakek. Hingga mampu membawa Persib juara dalam beberapa hajat sepak bola domestik.

    Alliyah menegaskan, kenangan bersama bobotoh masih tersimpan rapat dalam hati sang Kakek. "Kalian juga pernah mendukung. Semangatkan Persib lagi, jadilah best supporter lagi," kata Alliyah. (ddy)