• Headline

    Soal Sanksi, Bobotoh Siap Tanggung Jawab

    Oleh : Rianto Nurdiansyah13 September 2017 06:56
    fotografer: Bambang Prasethyo
    INILAH, Bandung - FIFA lewat konfederasi dan federasi tiap negara memiliki aturan yang ketat. Salah satunya, melarang pemain sepakbola memberikan pesan apapun lewat tulisan saat berada di lapangan.

    Namun aturan ini berlaku juga untuk suporter. Berkaca dari beberapa klub di luar negeri, sebut saja Galsgow Celtic dan St. Johnstone pun pernah mendapatkan sanksi lantaran pendukungnya kompak memberikan dukungan kepada Palestina.

    Dua tim asal Skoltandia itu diberikan hukuman melalui UEFA karena suporternya membentangkan Bendera Palestina di tribun penonton. Selain itu, klub Irlandia, Dundalk pun disanksi dengan penyebab yang sama.

    Di Indonesia, Persib Bandung terancam mendapatkan sanksi. Sebab, Bobotoh menujukan koreo yang mencerminkan rasa simpatik pada tragedi, Rohingya, Myanmar. Koreo bertuliskan #saverohingya itu ditampilkan saat Persib kontra Semen Padang pada Liga 1 2017, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/9/2017) lalu.

    Dengan sikap tanggung jawab, bobotoh mulai ramai menggagas #koinuntukpssi. Dalam hal ini untuk membayar denda atas adanya koreo tersebut.

    Dirigen Viking Persib Club (VPC), Yana Umar mengatakan akan menunggu keluarnya keputusan dari komdis. Setelah itu baru menentukan untuk menggalang dana.

    "Lihat keputusan dulu sekarang, baru berusaha sebisa mungkin untuk bisa membantu Persib," ujar Yana.

    Memang dia sampaikan, sudah ada beberapa bobotoh yang berinisiatif mengumpulkan koin untuk membayar sanksi. Tapi, menurut dia, lebih baik pengumpulan donasi tersebut dilakukan setelah ada keputusan yang jelas mengenai sanksi.

    "Mungkin nanti saja menunggu keputusan dulu, kalau benar-benar disanksi silahkan yang mau udunan," katanya.

    Namun Yana berharap, bantuan dana untuk sanksi tersebut dikumpulkan dengan tidak terpisah-pisah. Demikian akan terkontrol.

    "Kalaupun lebih, kita sumbangkan langsung ke Rohingya lewat rumah zakat," katanya.

    Sebelumnya, bek Persib Achmad Jufriyanto pun menyatakan kesiapannya mengajak pemain lainnya untuk ikut membantu. Menanggapai itu, Yana pun ikut bersyukur.

    "Alhamdulillah semoga, kebaikan kepada pemain bisa dicatat menjadi amal baik untuk di akhirat, karena itu kebaikan," pungkasnya.

    Sementara itu, Ketua Bobotoh Taqwa (Botaq) Dede Mustiawan mengatakan saat ini sedang berkominikasi dengan setiap distrik untuk mengumpulkan koin. Kini Botaq sendiri sudah memiliki enam distrik, yakni Cimahi, Pacet, Holis, Subang, Purwakarta dan Pemuda Persis.

    "Tiap distrik kita akan kumpulkan koin dari setiap anggota atau umum yang mau terlibat, selanjutnya di kumpulkan di Botaq pusat," papar Dede.

    Dia sampaikan, pihaknya sudah menyatakan sikap terkait hal ini. Dijelaskan, Botaq tidak bisa menerima bilamana mendapatkan sanksi.

    Padahal selama ini, kata dia, sepakbola kental dikenal sebagai alat pemersatu tanpa melihat latar belakang.Karena itu, dia heran dikala ada kalangan suporter bersuara malahan mendapatkan denda.

    "Di mana rasa kemanusiaan itu? Atau, rasa kemanusiaan pun sudah terkontaminasi afiliasi politik dan ideologi sehingga tebang pilih?" pungkasnya. [jek]