• Headline

    Bobotoh Bayar Denda 50 Juta

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri17 September 2017 21:39
    INILAH, Bandung - Walaupun baru berlangsung selama empat hari, namun 'udunan' para bobotoh untuk membayar sanksi kepada PSSI sebesar 50 juta rupiah telah terkumpul lewat jalur rumah zakat dan pengumpulan uang koin.

    Dirigen Viking Persib Club (VPC), Yana Umar akan berkomunikasi dengan Panitia Penyelenggara (Panpel) Persib untuk mengirimkan uang tersebut. Sebab, sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) dialamatkan kepada klub, walaupun yang dianggap melakukan pelanggaran adalah suporternya ketika membuat koreografi bertuliskan 'save rohingya'.

    Rencananya, Yana beserta perwakilan bobotoh lainnya ingin mengantarkan sendiri koin yang sudah terkumpul. Bahkan menurutnya dari posko pengumpulan koin di sekretariat Viking Original Marchandise (VOM), sudah melebihi dari target untuk membayar sanksi.

    "Saya hari Senin mau kornidasi dengan Panpel Persib, kalau ok kita anterin kita aterin. Sekumpulnya koin saja kalau sudah sampai 50 kita kirim sisanya kita donasikan ke rohingya lewat rumah zakat‎," kata Yana di Sekretariat VOM, kawasan Stadion Sidolig, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Minggu (17/9).

    Selain membuka pengumpulan langsung berupa uang koin, Yana juga menerima sumbangan lewat lembaga donasi, Rumah Zakat. Hingga Minggu (17/9) malam, terpantau dari situs sharinghappiness.org urunan bobotoh ini sudah lebih dari 52 juta rupiah.

    Rencananya, Yana masih akan terus membuka donari sekalipun sudah memenuhi target pembayaran sebesar 50 juta, sisanya bakal disumbangkan kepada etnis rohingya.
    "Walaupun target tercapai kita akan tetap membuka donasi, karena nanti kita akan donasikan ke Rohingya baik yang di sini maupun yang di Rumah Zakat," katanya.

    ‎Yana pun menghaturkan banyak terimakasih kepada semua orang yang telah memberikan dukungan materil, baik dari kalangan bobotoh ataupun dari elemen lainnya. Sebab, kata dia, kali ini pengumpulan dana bukan hanya sebatas membayar denda, tetapi turut menjadi donasi kemanusiaan.

    "Sangat luar biasa, terima kasih kepada bobotoh dan masyarakat atas kepeduliannya. Bobotoh relawan siapapun itu terketuk hatinya sangat luar biasa saya sangat hormat sekali," tegasnya.

    ‎Urunan koin untuk PSSI ini bukan hanya menjadi konsen bagi bobotoh atau pecinta sepak bola, namun juga turut menyeret perhatian dari para pejabat publik. Mulai dari wakil DPRD Jawa Barat, Haris Yuliana sampai ke tingkat elit sekelas Ketua MPR, Zulkifli Hasan.

    "Sekelas pejabat yang tahu apalagi kita. Disayangkan sampai terjadi sanksi, pejabat lebih tahu lebih jelas,"‎ ujarnya.

    Tidak ketinggalan, Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial juga turut ‎berpartisipasi dalam gerakan koin untuk PSSI ini. Dia pun turun langsung memberikan sumbangan kepada bobotoh.

    Menurut Oded, jatuhnya sanksi dari Komdis ini justru membuat bobotoh dan tim Persib menunjukan jalinan yang lebih kuat, bukan hanya sebatas klub sepak bola dengan suporternya saja. Terlebih, sambung dia, kejadin saat ini bermula dari rasa empati bobotoh dalam memberikan dukungan moral terhadap etnis rohingnya di Myanmar.

    "Saya melihat anggap ini sebuah kasus menarik, ketika ada bobotoh mungkin yang dianggap PSSI melanggar sehingga ada denda, poinnya menurut saya ini menunjukan betapa bobotoh dan Persib ini merupakan satu kesatuan yang sangat luar biasa, sehingga saya melihat ini sebuah powerfull antara bobotoh dengan Persib di Kota Bandung khususnya sudah menyatu dengan masyarakat," ucap Oded.

    Oded yang memiliki latar belakang agama kuat ini bahkan sampai menggerakan beberapa rekan-rekannya dari pelbagai kelompok untuk ikut berpartisipasi memberikan sumbangan dalam gerakan koin untuk PSSI ini.

    "Ini kebetulan saya dan teman-teman berbagai komunitas selama ini bikin acara, dengan ada momentum ini meminta sama komunitas untuk mengumpulkan," jelasnya.

    Oded kemudian mengimbau agar kejadian ini harus bisa menjadi cerminan bagi semua pihak untuk tetap menjalin komunikasi agar tak terjadi kesalahpahaman. Sebab, dia menilai kehadiran suporter sangat penting dalam keberlangsungan sepak bola dalam memainkan perannya sebagai sarana hiburan.

    "Harapannya antara bobotoh dengan PSSI kalau ada apa-apa bisa komunikasi dan koordinasi dengan baik. Karena menurut pandangan Mang Oded yang namanya persepakbolaan baik itu level profesional ataupun amatir, mun euweuh penonton moal rame sepak bola mah," ungkapnya.

    Oded juga mengharapkan agar bobotoh dan PSSI bisa bersinergi untuk memajukan bangsa Indonesia lewat ranah sepak bola.

    "Dan saya meminta kepada bobotoh lebih mengedepankan hal-hal etika dan yang lebih baik. Sehingga bobotoh dan persepakbolaan dengan PSSI bisa menjadi institusi ‎bisa melakukan yang terbaik," jelasnya.

    Sementara itu, manajer tim Persib, Umuh Muchtar akan turun langsung ikut mengantarkan koin ‎untuk membayar sanksi kepada PSSI. Sebelumnya, secara pribadi dia juga turut memberikan sumbangan bagi bobotoh.

    "Saya ikut udunan, dan nanti saya juga akan ikut kawal barudak ke sana (Jakarta). Seluruh biaya keberangkatan saya yang tanggung,‎" ucap Umuh.

    Dinilai Umuh, keputusan Komdis PSSI yang menjatuhkan sanksi kepada bobotoh malah menjadi bumerang bagi federasi sepak bola Indonesia tersebut. Pasalnya, ujar dia, saat ini justru semakin banyak masyarakat Indonesia yang menaruh simpatinya terhadap bobotoh.

    ‎"Saya akan terus berteriak, karena ini tidak adil. Aksi kemanusiaan kenapa didenda? Wajar kalau persoalan ini jadi berita nasional. Lihat saja buktinya banyak orang yang menyebut PSSI salah, kemana hati nurani mereka, aksi Bobotoh itu murni kemanusiaan, tidak ada politis,‎" pungkasnya.