• Headline

    RX Bow Pemain Muda Persib Paling Banyak Diturunkan

    Oleh : Daddy Mulyanto16 November 2017 21:00
    FEBRI Hariyadi sayap cepat Persib paling melesat diturunkan sepanjang kompetisi Liga 1 2017 ketimbang pemain muda lainnya. 1.822 menit dia mencatat waktu bermainnya.

    Musim 2017, Maung Bandung memiliki delapan pemain berusia di bawah 23 tahun. Febri tampil dalam 21 pertandingan, semuanya starter. Bow sapaannya, hanya empat kali digantikan pemain lain di tengah pertandingan.

    Total, Bow sudah selama 1.822 menit musim ini. Dia juga mengungguli Henhen Herdiana yang tampil dalam 22 pertandingan dengan 1.701 menit. Sedangkan Gian Zola main 14 kali dengan 627 menit.

    Sisanya Gian Zola, 14 kali diturunkan mencatat 627 menit, Fulgensius Billy Paji Keraf, 23 kali tampil mencatat 489 menit, lalu Ahmad Subagja Basith 4 kali main, 199 menit,
    Angga Febryanto Putra 2 kali tampil 82 menit, Agung Mulyadi sekali diturunkan 46 menit, dan
    Puja Abdillah paling menim, sekali tampil hanya mencatat 4 menit.

    Aksi Febri di Liga 1 2017, bikin bek lawan kewalahan. Tambah lugas selepas dipoles Luis Milla di timnas U-22 Indonesia, dia jadi sumbu ledak Persib. Posturnya terbilang mungil buat ukuran pesepakbola. Kelahiran 19 Februari 1996, tinggi badannya hanya 166 cm.

    Kalah jangkauan langkah dari pemain dengan postur lebih ideal. Tapi, ia sulit dikalahkan dalam bermanuver dengan atau tanpa bola. Febri buktikan itu saat usung timnas U-22 Indonesia di SEA Games XXIX 2017 Malaysia.

    Adu pacu dalam memburu bola, dia selalu unggul. Bahkan, beberapa kali dia tendang dulu bola jauh melewati lawan, lalu berlari menjemputnya. Sang lawan tercecer di belakangnya. Timnas U-22 Indonesia memang gagal penuhi target rebut medali emas SEA Games XXIX karena kalah
    0-1 dari tuan rumah Malaysia di semifinal.

    Skuat besutan Milla hanya beroleh perunggu setelah menang 3-1 atas Myanmar. Tapi, Febri serap banyak ilmu dari momen itu. Tampil 370 menit di 5 laga timnas U-22 Indonesia, Febri cetak 1 gol dengan tendangan geledek dari luar kotak penalti dalam kemenangan 2-0 atas Kamboja di fase grup.

    Lebih dari itu, polesan Milla buahkan perubahan ada cara bermain pengguna nomor punggung 13 ini. Febri tak lagi hanya ngebut di lintas lurus. Tetap supercepat dan kuat, dia kini juga lebih dinamis, variatif, mengecoh. Sulit ditebak, dia lebih luwes dalam mengolah bola.

    Sriwijaya FC pun menderita saat ladeni Persib pada pekan 22, Senin (4/9) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Persib menang 4-1, Febri ceploskan gol ke-3 di menit 60. Kemenangan ke-3 dari 11 bentrok di kandang Sriwijaya FC itu.

    Buat Febri, itu gol ke-2 dari 10 kali tampil berdurasi 780 menit bersama Persib di ajang ini.
    Debut bersama Persib di Liga 1 2017 dikecap Febri pada laga pembuka kontra Arema
    FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (15/4). Meski tak cetak gol dan laga berakhir 0-0, dia bikin sisi kanan pertahanan Singo Edan yang dikawal Syaiful Indra Cahya kelabakan.

    Febri baru memproduksi gol pada pekan 3, Sabtu (29/4). Persib bekap Sriwijaya FC 2-0 di GBLA, dia lesakkan 1 gol di menit 77. Di 6 laga berikutnya, cara dia bermain terbaca lawan. Paceklik gol, dia hanya bergerak cepat dan kuat mengelabui lawan, lalu alirkan 4 assist efektif.

    Beruntung panggilan bela negara datang. Dengan jeli, Milla memoles potensi Febri. Dia ubah cara main Febri. Lengkapi kecepatan Febri dengan kreativitas serangan yang lebih lugas. Di SEA Games XXIX, perubahan itu terbukti efektif. Para bek lawan timnas U-22 Indonesia pusing hadapi Febri.

    Pulang dari Malaysia, efek perubahan cara main Febri langsung menggebrak Sriwijaya FC. Setelah itu, dia cetak gol ke gawang PSM Makassar, sayang dalam laga ini Persib klah 2-1. Gol terakhirnya lahir saat Persib meraih kemenangan kandang kontra Mitra Kukar.

    Febri mencetak satu pertama kemenangan Persib 3-1 di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabpaten Bandung, Sabtu (27/10). Sayangnya setelah itu performa tim Maung Bandung melempem, terakhir skuat besutan Emral Abus dihajar Perseru Serui 0-2, Minggu (12/11).

    Itu anti klimak Persib di Liga 1 2017. Finis di peringkat 13 hanya mengemas 41 poin. Berbeda lima angka dengan Perseru di batas zona degradasi. Febri kecewa dengan hasil itu, dan menteskan air mata.

    "Sebuah pengalaman yang menurut saya baik untuk dipelajari dari pengalaman ini. Tidak ada lagi yang harus disesali lagi untuk hasil yang kurang baik ini. Yang terpenting, kita harus bangkit untuk waktu yang akan datang. Terimakasih Bobotoh yang selalu setia mendukung," kata Febri.

    Dia mengaku, banyak dihubungi sejumlah klub yang ingin menggunakan jasanya. Namun, klub peminat jasa Febri harus "gigit jari". Sebab, pemain jebolan Diklat Persib itu memilih setia bersama Persib. Terlebih lagi, dia masih terikat kontrak dua tahun.

    Kini, Febri berlaga bersama Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 dipertandingan persahabatan melawan Suriah pada 16 & 18 serta melawan Guyana pada 25 September mendatang.

    "Musim depan, saya masih ada kontrak juga, masih ada dua tahun, lagi jadi masih aman. Tawaran ada, tetapi saya kan masih punya kontrak. Jadi, saya harus menghargai kontrak bersama Persib," tuntasnya. [ddy]


    Febri Hariyadi & Data
    Kelahiran: Bandung, 19 Februari 1996
    Tinggi badan: 166 cm
    Posisi bermain: Sayap/penyerang sayap
    Nomor punggung: 13
    Klub: Persib Bandung
    Karier yunior:
    2009: UNI Bandung
    2010-2015: Diklat Persib Bandung
    Karier pro:
    2016-kini: Persib Bandung
    Karier timnas:
    2017: Indonesia U-22
    Prestasi:
    Pemain Muda Terbaik Piala Presiden 2015
    Medali Perunggu SEA Games 2017


    8 Pemain Muda Persib Menit Bermain Terlama
    Febri Hariyadi (21 main/1.822 menit)
    Henhen Herdiana (22/1.701)
    Gian Zola Nasrulloh (14/627)
    Fulgensius Billy Paji Keraf (23/489)
    Ahmad Subagja Basith (4/199)
    Angga Febryanto Putra (2/82)
    Agung Mulyadi (1/46)
    Puja Abdillah (1/4)