• Polisi Dipecat Kebanyakan Karena Lakukan Penyalahgunaan Wewenang

    Oleh : Inilahkoran14 Desember 2017 19:49
    INILAH, Bandung- Mabes Polri menyatakan banyak oknum polisi yang mendapat Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) lantaran melakukan penyimpangan dan melanggar kode etik, seperti pemerasan dan tindak pidana lainnya.

    "Penyimpangannya misal memeras, melakukan tindak pidana di luar tugas pokoknnya yang sudah melanggar kode etik," kata Asisten Ops SDM Mabes Polri Irjen Pol Arif Sulistiyanto saat Rakorbin SDM Polda se-Indonesia di Bandung, Kamis (14/12/2017).

    Menurutnya, hal itu terjadi sepanjang 2018. Kebanyakan karena penyalahgunaan wewenang, sementara soal moralitas hanya 15 hingga 20 persen.

    Untuk itu, lanjutnya, pada 2018, Mabes Polri ingin membangun budaya pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang setiap hari harus mampu melakukan pembinaan kemampuan profesional.

    Sehingga pembangunan profesionalitas institusional tidak hanya dimiliki oleh pribadi-pribadi saja tetapi juga menjadi kemampuan profesi dari organisasi Polri.

    Sementara itu, Arif menyebutkan, dalam penerimaan anggota Polri, mulai dari Tamtama hingga dengan Akpol, di 2017 ini merupakan proses rekrutmen yang terbaik, dari lima tahun terakhir. Meskipun terjadi beberapa penyimpangan, seperti yang terjadi di Polda Jabar.

    “Yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat bahwa untuk masuk polisi sudah persiapkan diri dengan baik, jangan percaya dengan orang-orang yang menjanjikan bisa membantu," ujarnya. [ito]